Ia bercerita bahwa seharusnya ada seorang karyawan yang menjaga gudang tripleks tersebut. Namun berdasarkan informasi yang diterima seorang penjaga tersebut pulang ke rumah untuk sahur.
"Harusnya ada penjaga malamnya tapi jam 2 sahur terus ketiduran, nggak balik ke sini. Terus pagi pagi tadi jam setengah 8 atau jam 8 itu apinya sudah besar sekali," ujarnya.
Chandra menduga api yang membakar gudang tersebut sudah terjadi sebelum ia mendapat laporan.
"Ya mungkin sebelumnya, sempat didobrak orang, dari tetangga belakang ngasih tahu, didobrak masuk terus diatasin," ungkapnya.
Disampaikan Chandra, sejumlah material tripleks hangus dilalap si jago merah. Ditambah dengan satu bangunan ruang kantor yang ada di dalam serta satu mobil pick up ikut terbakar ganasnya api.
"Yang terbakar triplek, ngga ada produksi, Cuma stok. Ini Gudang bahan jadi. Kayu lapis. Totalnya masih belum tahu Harus dicek dulu. Atap sama sebelah sana bangunan kantor. ruang kantor terbakar," jelasnya.
Ia menyebut hampir separuh stok tripleks yang ada di gudang tersebut terbakar. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena gudang sedang tutup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas