Konvoi ketiga telah diizinkan lewat oleh pemerintah federal dan WFP sedang bernegosiasi dengan otoritas regional untuk menjamin perjalanan yang aman, katanya.
"Sangat penting bahwa konvoi ini bergerak dan mereka bergerak sekarang. Jika tidak, kita ... akan melihat lonjakan kematian terkait kelaparan," katanya kepada Reuters.
Lebih dari 90 persen orang Tigray membutuhkan bantuan makanan. Staf di Ayder belum dibayar sejak Juli dan mereka sendiri bergantung pada rumah sakit untuk mendapatkan makanan.
Perawat Mulu mengatakan anak-anaknya makan sekali sehari.
Seorang dokter mengatakan bahwa karena makanan habis, dia memulangkan dua pasien kanker yang menunggu operasi; Selasa pekan ini dia mengoperasi pasien ketiga, yang hanya mampu membeli susu.
Rumah sakit tidak memiliki obat kanker, kata dokter itu, seraya memperlihatkan foto seorang gadis berusia 2 tahun, yang matanya cacat oleh tumor yang menonjol, dan foto seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang sedang diinfus karena tidak ada lagi yang tersedia.
"Kalau Anda datang ke rumah sakit, keadaannya kosong melompong," katanya sedih.
Berita Terkait
-
Direktur Jenderal WHO Singgung Krisis Kemanusiaan, Menganggap Dunia Lebih Peduli Ukraina Dibanding Ethiopia
-
Pisang Palsu dari Ethiopia, Jadi Sumber Makanan Baru di Dunia di Tengah Krisis Iklim
-
Hasil Piala Afrika: Kamerun ke 16 Besar Usai Hajar Ethiopia, Burkina Faso Tekuk Tanjung Verde
-
Serangan Udara Terbaru di Tigray Ethiopia, Tewaskan 56 Warga Sipil
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi
-
BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan