SuaraJogja.id - Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi memprediksi kepadatan arus mudik yang masuk wilayahnya akan berada di wilayah sisi timur tepatnya di Prambanan. Sedangkan beberapa pintu masuk lainnya hanya akan didominasi mobilisasi masyarakat sekitar saja.
"Dari empat pintu (masuk ke DIY) itu masih didominasi dari arah Prambanan. Artinya pintu masuk dari arah Jawa Tengah yang Klaten. Nomor dua adalah Tempel," kata Iwan, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (28/4/2022).
Kondisi tersebut, kata Iwan, akibat dari keunikan di wilayah DIY dan sekitarnya. Termasuk dengan dominasi wilayah aglomerasi yang ada.
"Karena begini, Jogja ini unik kan ya, mudiknya itu mudik aglomerasinya masih banyak. Artinya hanya kabupaten-kabupaten sekitar Jogja yang mobilisasi ke Jogja, oleh sebab itu mixnya cukup tinggi," ujarnya.
Baca Juga: Jalan Arteri Karawang Padat Imbas Polisi Terapkan One Way di Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Menurutnya perlu kerja sama yang baik dari semua pihak dalam menghadapi arus mudik pada momen Lebaran tahun ini. Bukan hanya dari kepolisian saja tetapi juga seluruh lintas sektoral yang ada.
"Ini tugas bersama. Bukan hanya Polri saja. Kapasitas masing-masing harus dijalankan. Di samping tentunya kami Polda DIY dengan 1.932 personel sudah kita siapkan di lima kabupaten dan kota," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan SuaraJogja.id dari arah Wates, Kulon Progo hingga ke Kota Yogyakarta belum ada lonjakan kendaraan secara signifikan. Kendaraan yang ada pun masih didominasi oleh plat-plat dari dalam kota.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) DIY sendiri, hingga pukul 14.00 siang kemarin tercatat sudah ada 298.565 kendaraan yang masuk ke wilayah DIY. Sedangkan kendaraan keluar pun juga hampir sama yakni di angka 270.760 kendaraan.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri diprediksi masuk dalam lima provinsi dengan tujuan pemudik paling banyak. Prediksinya sebanyak 3,9 juta pemudik akan masuk ke DIY pada momen Lebaran nanti.
Baca Juga: Hari Ini Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik di Terminal Kalideres
Puncak arus mudik diperkirakan berkisar antara 28, 29 hingga 30 April 2022 mendatang.
Jumlah pemudik itu diprediksi akan terus bertambah. Terlebih dengan daya tarik Yogyakarta dengan sejumlah destinasi wisata yang ada.
Diprediksi H+1 dan H+2 Lebaran akan terjadi lonjakan yang signifikan di wilayah DIY. Tambahan sendiri diperkirakan mulai dari 500 ribu sampai 1 juta orang lagi yang akan datang ke Jogja untuk menikmati wisata.
Berita Terkait
-
Sejumlah 3.872.675 Tiket Kereta Api Terjual untuk Arus Mudik dan Balik
-
Contraflow Jakarta - Cikampek Dihentikan pada Rabu Sore
-
Stasiun Jogja Diserbu Pemudik: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Besok!
-
1,9 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Selama Masa Mudik Lewat 4 Gerbang Tol Ini
-
Pelabuhan Bakauheni Siap Hadapi Arus Balik 2025: Menhub Pastikan Kelancaran!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan