Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Kamis, 12 Mei 2022 | 08:34 WIB
Aksi pemblokiran jalan untuk menghalau truk pengangkut sampah agar tak masuk ke TPST Piyungan, Banyakan, Piyungan, Bantul, Senin (9/5/2022). (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Secara terpisah Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jito mengungkapkan, persoalan sampah di TPST Piyungan memang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Butuh penanganan secara berkesinambungan karena jumlah sampah yang masuk ke TPST tersebut meleset dari prediksi awal.

Kalau prediksi awal sampah masuk ke TPST Piyungan sekitar 600 ton per hari. Namun selama Lebaran 2022, sampah yang masuk dari Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman mencapai lebih dari 900 ton per hari.

"Prediksi sampah yang masuk [ke tpst piyungan] meleset dari 600 ton jadi 770 ton per hari. Bahkan lebaran kemarin 1.000 ton per hari atau lebih dari 900 ton," ungkap Jito di Kantor DLHK DIY, Rabu (11/05/2022).

Akibatnya Zona A TPST Piyungan tidak akan bisa menampung sampah yang masuk. Meski sampah yang ada sudah dipadatkan dari 140 mpdl menjadi 136 mdpl, diperkirakan akhir Mei 2022 ini sudah tidak lagi menampung sampah yang masuk.

Baca Juga: Dampak TPST Piyungan Ditutup, Belasan Ton Sampah Menumpuk di Transfer Depo Lempongsari

Apalagi dengan ketinggian 136 mdpl, tumpukan sampah di zona A TPST Piyungan saat ini sudah mencapai ketinggian hingga 8 meter. Sementara pemindahan pembuangan sampah ke zona B pun juga bukan merupakan solusi terbaik.

Sebab saat ini sampah di zona B sudah mencapai ketinggian 108 mpdl atau sekitar 6 meter. Di sisi lain, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) transisi yang dibangun untuk mengganti zona A belum bisa digunakan saat ini.

"Kawasan TPA Transisi itu 1,9 hektar plus 2,3 hektar belum bisa digunakan karena masih menunggu proyek pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)," tandasnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Miris, Pantai Ramai Pengunjung Malah Dipenuhi Tumpukan Sampah Menggunung!

Load More