SuaraJogja.id - Seorang warganet di membagikan kisahnya yang dipaksa oleh oknum calo di Terminal Bekasi untuk membeli tiket bus. Warganet ini diancam dan disuruh untuk membayar uang senilai Rp100 ribu jika ingin membatalkan pemesanan tiket bus tersebut.
Kisah tersebut ia unggah melalui akun Tiktok-nya @fikri_phone pada Selasa (10/05/22). Ia menjelaskan awalnya, pria ini mengaku bahwa saat memasuki area terminal, ada seseorang yang tiba-tiba merangkul pundaknya. Ia ditanya tujuan perginya kemana. Ia kemudian memiliki firasat buruk.
"Tiba-tiba dirangkul ditanya mau pergi kemana. Aku jawab tujuan aku," ceritanya.
Pria bernama Fikri ini kemudian menjelaskan jika oknum yang merangkulnya itu menulis nota tiket, padahal dirinya tidak meminta bantuan ataupun ingin membeli tiket pada oknum tersebut.
Baca Juga: Viral Video Calon Penumpang di Terminal Bekasi Dipaksa Beli Tiket Bus yang Tak Jelas Berangkatnya
"Mereka nulis di nota. Padahal aku gak minta," lanjutnya.
Untung saja pria ini belum memberikan nama ataupun identitas dirinya kepada oknum tersebut.
Dalam video tersebut terlihat nota tiket berwarna pink. Firasat buruk akhirnya benar adanya. Oknum yang tiba-tiba merangkulnya mengaku sudah memesankan bus untuk pria ini sehingga ia harus membayarnya.
"Firasat jelekku benar. Mereka katanya sudah pesen bus buat aku dan harus bayar. Padahal belum tahu bus mana kursi berapa," ungkap Fikri.
Ia mengaku bahwa oknum tersebut sempat akan menyiram kopi panas kepada dirinya. Ia juga diancam untuk membayar uang senilai Rp100 ribu jika ingin membatalkan pesanan tiket.
Baca Juga: Pengamat Hukum Sebut Kasus Briptu Hasbudi Sebagai Kotak Pandora
"Segala mau nyiram aku pake kopi panas pula. Aku diancam dan aku minta cancel suruh bayar Rp100 ribu buat uang pembatalan. Padahal dari tadi aku belum konfirmasi apapun untuk bus yang mau dinaikin," ujarnya.
Berita Terkait
-
Tidak Ada Ampun! Oknum TNI AL Bakal Dihukum Berat Jika Terbukti Bunuh Jurnalis Juwita di Kalsel
-
2 Oknum TNI AD Jadi Tersangka Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, DPR: Hukum Seberatnya dan Dipecat!
-
Komisi Hukum DPR Endus Ada Ketidakberesan Vonis Bebas Oknum Polisi di Kasus Pencabulan Anak Papua
-
Ditemukan 13 Selongsong Peluru dengan Kaliber Berbeda, Penembak 3 Polisi Lebih dari Satu Orang?
-
Usai Gugurnya Briptu Ghalib, Polri Tawarkan Jalur Khusus untuk Kakaknya yang Masih Kuliah
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan