SuaraJogja.id - Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Wiyanti Eddyono, menyarankan setidaknya ada tiga aturan turunan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang dapat menjadi prioritas untuk segera dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Pertama adalah soal pembiayaan untuk korban kekerasan seksual itu sendiri. Kedua terkait dengan koordinasi yang perlu dilakukan antara aparat penegak hukum dan ketiga yakni kekerasan seksual berbasis online atau tentang informasi elektronik.
"Saya pikir tiga hal itu utama untuk segera diproses. Tadi Bu Menteri (Bintang Puspayoga) juga sudah sampaikan soal koordinasi lintas institusi itu menjadi penting," kata perempuan yang akrab disapa Iyik tersebut saat ditemui di Balairung UGM, Selasa (17/5/2022).
Disampaikan Iyik, sebenarnya memang peraturan presiden (perpres) itu perlu untuk dibuat segera. Ia menilai, hadirnya perpres itu sudah cukup untuk menguatkan aturan yang ada.
"Nah ini memang harus cepat. Saya kira UGM bisa membantu itu kita punya banyak sources yang bisa mendorong itu," terangnya.
"Dan selama ini kan juga untuk RUU tindak pidana kekerasan seksual sebelumnya itu berapa dosen pidana yang mengawali untuk pembahasannya, memberi masukan untuk DPR, memberi masukan untuk pemerintah. Jadi kita pasti komitmen ya," sambungnya.
Rektor UGM Panut Mulyono memastikan UGM akan terus berperan dalam segala upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Salah satu peran yang masih akan dapat dilakukan adalah dengan memberikan saran dan bantuan rekomendasi terkait aturan turunan prioritas tersebut.
"Penegakan hukumnya bagaimana, kemudian nanti prosedur penanganan secara detail ya itu harus diatur kan. Nah ini UGM tetap berperan. Perannya UGM ya kita memberikan bantuan hukum misalnya peraturan mana yang harus didahulukan, dibanding yang lain karena banyaknya aturan yang harus dibuat," ucap Panut.
"Kalau bisa serempak itu baik. Tetapi kalau tidak, prioritas yang mana yang harus didahulukan dan seterusnya itu kita berikan masukan kepada pemerintah. Jadi kita sangat concern ya terkait dengan implementasi undang-undang tersebut," sambungnya.
Baca Juga: Sri Wiyanti Eddyono: Kekerasan Seksual Berbasis Online Meningkat Selama Pandemi
Diketahui bahwa Pemerintah dan DPR akhrinya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi Undang-undang.
Terkait hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyatakan bahwa tugas perlindungan terhadap kekerasan seksual di Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Diperlukan upaya-upaya selanjutnya agar UU TPKS itu dapat terimplementasi dengan baik di lapangan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menguatkan sinergi dan kolaborasi. Tidak hanya dari Kementerian dan instansi terkait saja tetapi juga dari kalangan akademisi termasuk di Universitas Gadjah Mada (UGM)
Nantinya akan ada 5 peraturan pemerintah (PP) dan 5 peraturan presiden (perpres) yang akan mendukung pelaksanaan UU TPKS di lapangan.
"Kami mohon bantuannya terkait dengan sosialisasi kemudian terkait dengan aturan pelaksanaannya daripada undang-undang ini (TPKS) melalui 5 PP dan 5 perpres. Bagaimana undang-undang regulasi yang sudah melalui proses yang panjang ini ada betul-betul implementatif di lapangan," tutur Bintang.
Berita Terkait
-
Sri Wiyanti Eddyono: Kekerasan Seksual Berbasis Online Meningkat Selama Pandemi
-
Ditangani Dewan Kehormatan UGM, Begini Kelanjutan Kasus Karna Wijaya
-
Susun Peraturan Turunan UU TPKS, Kementerian PPPA Gandeng Akademisi UGM
-
Terus Kawal Perpres dan PP dari UU TPKS, Menteri PPPA Sebut Tak Mau UU TPKS Nantinya Tidak Implementatif di Lapangan
-
Soal Penculik yang Cabuli Belasan Anak di Jakarta dan Bogor, Puan: Harus Dijerat UU TPKS
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan