Sebagai upaya menekan angka konsumsi rokok usia anak dan remaja, Pemkab Sleman juga melibatkan Forum Anak. Mereka inilah yang akan membantu Pemkab Sleman untuk menyuarakan pentingnya keluarga sehat, anak sehat.
"Agar tidak banyak generasi ke depan yang terkena penyakit karena rokok," tuturnya.
Pegiat Quit Tobacco Indonesia Prof. Yayi Suryo Prabandari menjelaskan, salah satu cara produsen menarik minat masyarakat mengonsumsi rokok, --baik rokok dibakar maupun tak dibakar--, yakni lewat pemasaran daring dan memproduksi rokok dalam bentuk yang funky.
"Misalnya pakai vape yang lebih mahal, akan membuat seseorang terlihat beruang dan menawarkan prestise. Orang Indonesia itu kan senang terlihat wah, berbeda dengan yang lain," tuturnya.
Belum lagi, kini bertebaran toko tembakau. Mereka menawarkan rokok dengan versi lebih murah karena bisa melinting sendiri, meracik dan membentuknya sesuai ukuran yang diinginkan konsumennya.
"Anak muda juga punya pemikiran 'sekali coba tidak apa-apa'. Mereka tahu konsumsi rokok itu bahaya, tapi tidak tahu apa bahayanya terhadap diri mereka sendiri," sebutnya.
"Ada lagi, masyarakat masih ada yang melihat rokok sebagai simbol kejantanan, modernisasi," terangnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga: Dorong Literasi Bahaya Rokok dan Penerapan KTR, Dinkes Sleman Resmikan Gasbro!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural