SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mendapati jumlah hewan ternak untuk dijadikan hewan kurban, pada saat ini berpotensi mengalami kekurangan. Hal itu dikarenakan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK).
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono mengatakan, kendati demikian pemerintah tetap berupaya memenuhi jumlah kebutuhan hewan kurban, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban mereka dengan baik.
Ia menyebut, saat ini rerata jumlah stok hewan kurban di pasar hewan menurun 30 persen sampai 40 persen.
Misalnya saja tercatat ada 8.174 ekor sapi kurban pada 2021, kebutuhan sapi kurban pada 2022 ini sekitar 8.268 ekor.
"Sedangkan, ketersediaan hanya berjumlah 4.260 ekor. Artinya masih kurang sekitar 4.008 ekor sapi," terangnya.
Tak jauh berbeda kondisinya dengan ternak kambing, pada 2021 ada 2.500 ekor kambing kurban di Sleman. Kebutuhan kambing 2022 yakni 2.529 ekor. Namun ketersediaan kambing saat ini hanya 2.156 ekor atau dengan kata lain jumlahnya kurang 373 ekor.
Sementara untuk domba, diketahui ada 7.002 ekor domba pada 2021. Sedangkan jumlah kebutuhan domba untuk hari raya Iduladha 2022 adalah 7.082 ekor.
"Ketersediaannya 6.029 ekor. Masih kurang 1.053 ekor domba," sebutnya.
Namun DP3 telah menghitung, diperkirakan ketersediaan ternak untuk kurban pada hari pelaksanaan Idul Adha tetap akan tercukupi.
Baca Juga: Waspadai Wabah PMK Jelang Idul Adha, Kemenag DIY Imbau Masyarakat Selektif Pilih Hewan Kurban
"Itung-itungan kami, ternak itu ada. Dengan cara mendatangkan dari luar daerah," kata dia.
Bukan hanya jumlah yang masih kurang untuk kebutuhan perayaan kurban, ternak di Kabupaten Sleman harganya sempat turun drastis karena adanya wabah PMK. Pasalnya banyak peternak yang panik dan menjual cepat ternaknya.
"Tetapi, harga ternak saat ini berangsur-angsur mulai naik kembali. Seiring stok yang berkurang dan meningkatnya kebutuhan untuk dijadikan hewan kurban," terangnya.
Mengambil kebijakan tak menutup pasar hewan, DP3 terus mengawasi ketat mobilitas ternak di daerah.
"Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di masyarakat jalan terus. Dan bagusnya, di Sleman kalau ada tanda [gejala PMK] sedikit maka peternak langsung lapor. Kami datang. Jika suspek langsung kami kunci, kami karantina biar aman," kata dia.
Saat ini sampel hewan diduga terkena PMK tak lagi dikirim ke BBVet, mengingat instansi tersebut sedang kewalahan menangani dan memeriksa sampel ternak se-Indonesia.
Berita Terkait
-
Kepolisian Tulungagung Razia Ternak Hingga 12 Juni, Kambing, Sapi, dan Kerbau Dilarang Masuk
-
Terlibat Penganiayaan di Holywings Jogja, Dua Oknum Anggota Polisi Diproses Hukum
-
Puluhan Sapi di Riau Positif Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku
-
Pulang Pakai Jasa Ojol, Perempuan di Sleman Ini Mengaku Jadi Korban Pelecehan Seksual
-
Waspadai Wabah PMK Jelang Idul Adha, Kemenag DIY Imbau Masyarakat Selektif Pilih Hewan Kurban
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal