SuaraJogja.id - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Masmin Afif mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan ternak yang akan digunakan sebagai kurban. Mengingat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menyebar.
"Ya seperti biasa cuma kita mengimbau dengan adanya penyakit mulut dan kaki itu kita minta semua warga yang mau kurban untuk bisa selektif. Agar kurbannya mendapatkan hewan yang betul-betul sehat," kata Masmin saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (4/6/2022).
Masmin menuturkan persyaratan hewan kurban sendiri masih sama seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi saat berkurban.
Hanya saja memang sekarang agak diperketat terkait dengan pemilihan hewan kurban itu sendiri. Terlebih dengan wabah PMK yang sudah menyebar juga di DIY.
"Syarat kalau yang baik kan minimal sudah berumur, kemudian hewannya sehat kan yang terpenting itu. Hewan yang gemuk banyak dagingnya kan yang dimanfaatkan itu," terangnya.
Disampaikan Masmin, wabah PMK sendiri sebenarnya tidak terlalu mengganggu pelaksanaan kurban mendatang. Masyarakat hanya perlu meningkatkan kewaspadaan saja terkait pemilihan hewan kurban yang nantinya dikonsumsi itu.
"Ya sebetulnya tidak mengganggu banget sih (wabah PMK). Cuma kan kita kepengen hewan kurban yang kita kurbankan betul-betul hewan yang sehat. Itu juga yang sudah ada di fatwa MUI," ujarnya.
Ditanya terkait dengan pembentukan tim pengawas hewan ternak, kata Masmin, sejauh ini pihaknya belum akan membuatnya. Kendati demikian pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi terkait.
Termasuk dengan dinas pertanian di seluruh kabupaten dan kota hingga provinsi. Selain juga kepada dokter hewan yang terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
Baca Juga: Gelar Rekonstruksi Penusukan Seturan, Polda DIY Segera Limpahkan Berkas ke Kejaksaan
"Kalau mungkin kita dilibatkan tetap sudah siap. Intinya itu kan kewenangannya di sana (dinas terkait). Sehingga harapannya yang mau berkurban adalah hewan-hewan yang sudah terekomendasikan tidak terkena penyakit mulut dan kuku," tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian DIY Sugeng Purwanto menuturkan hingga saat ini angka kasus PMK di wilayahnya terus bergerak. Setidaknya hingga sekarang diperkirakan kasusnya sudah mencapai ratusan.
Ia meminta masyarakat tidak perlu panik terkait dengan pasokan hewan ternak atau daging di wilayah DIY. Pihaknya akan terus mengawasi lalu lintas ternak sekaligus merumuskan cara mencegah kelangkaan daging.
"Masyarakat tidak perlu panik, pemerintah tetap berbenah, tetap melakukan tugasnya dalam memenuhi kebutuhan daging masyarakat. Walaupun sulit, tapi minimal bisa teratasi meskipun belum dalam kondisi ideal," ujar Sugeng.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026