SuaraJogja.id - Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) telah menginfeksi di 12 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Sebanyak 12 kapanewon tersebut yakni Moyudan, Gamping, Tempel, Mlati, Sleman, Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Cangkringan, Berbah, Prambanan dan Kalasan.
Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Nawangwulan mengatakan, hanya ada lima kapanewon yang aman dan belum ada laporan kasus PMK ternak.
Nawangwulan menyebutkan, hingga Rabu (8/6/2022) pukul 14.00 WIB tercatat ada 908 kasus hewan ternak yang diperiksa kaitannya dengan penularan PMK.
"Sebanyak 24 ekor telah terkonfirmasi positif PMK lewat pengecekan laboratorium. Dari jumlah kasus tersebut, terdapat delapan ternak dinyatakan sembuh, tiga ternak mati," kata dia, di hadapan wartawan, Kamis (9/6/2022).
Selain itu, sebanyak 897 ternak dalam pengawasan dan pengobatan oleh petugas teknis kesehatan hewan.
"Tidak ada yang dipotong paksa," ucapnya.
Tingginya angka kasus PMK di Kabupaten Sleman disebabkan adanya kecepatan respon dan tracing (penelusuran) oleh para petugas teknis kesehatan hewan, terhadap kasus yang dilaporkan oleh pemilik ternak.
Ketersediaan sumber daya manusia dan Pusat Kesehatan Hewan yang ada, juga sangat mendukung kecepatan respon selama ini.
Dari hasil investigasi di semua titik kejadian kasus, diketahui penyebab penyebaran PMK di Kabupaten Sleman, ditengarai berasal dari masuknya ternak dari luar daerah, pedagang ternak dan alat pengangkutnya.
Baca Juga: Adang Wabah PMK di Trenggalek, Lalu Lintas Ternak Diperketat Jelang Idul Adha Ini
Penyebab lainnya yaitu, pedagang dan alat angkut dari Kabupaten Sleman yang sempat mengunjungi pasar hewan atau lokasi lain di luar Kabupaten Sleman, serta adanya mutasi (virus) ternak dalam wilayah Kabupaten Sleman.
"Hal tersebut juga didukung sifat alami virus PMK yang bisa menyebar melalui udara," tuturnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Suparmono mengungkapkan, mayoritas gejala klinis yang dominan ditimbulkan oleh ternak PMK adalah hipersalivasi atau air liur berlebihan.
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada pengiriman sampel lagi dari ternak Sleman ke BBVet Wates. Sebab, kata dia, petugas di BBVet Wates juga sedang kewalahan dengan banyaknya pengiriman sampel yang harus diuji dari berbagai daerah.
Saat ini, untuk menekan penyebaran kasus, maka ternak di wilayah Sleman yang memiliki gejala klinis atau suspek penyakit mulut dan kuku akan dikarantina. Kemudian, penyemprotan disinfektan di area kandang.
Petugas dari Puskeswan juga ikut merawat dengan memantau perkembangan ternak yang bergejala.
Berita Terkait
-
Wacana Borobudur Naik Tarif, Pemkab Sleman Bersiap Optimalisasi Candi-candi Kecil
-
Pembukaan Piala Presiden, Ini Harga dan Lokasi Penjualan Tiket Persis Solo vs PSS Sleman Secara Offline
-
Kronologi Penganiayaan di Tridadi, Sedang Berteduh Makan Bakso Tiba-tiba Dibacok
-
Ciri-Ciri Ternak Terkena PMK, Perhatikan Kuku dan Mulut!
-
Waspada Wabah! Ini Penyebab PMK Pada Ternak yang Wajib Diketahui
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi