SuaraJogja.id - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo, tak akan mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk hewan yang diperjualbelikan ke luar provinsi DIY guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo Aris Nugraha mengatakan mengingat standar operasional pelaksanaan pengawasan lalu lintas hewan ternak, dinas hanya mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) untuk pengeluaran ternak antarkabupaten di wilayah DIY saja.
"SKKH pengeluaran hewan ternak keluar DIY dikeluarkan oleh Dinas Pertanian DIY," kata Aris Nugraha, Rabu (22/6/2022).
Ia mengatakan sampai saat ini, jumlah hewan ternak di Kulon Progo yang positif PMK sebanyak 514 ekor. Dari total tersebut, jumlah ternak yang sembuh sebanyak 171 ekor. Sisa kasus PMK yang masih dalam perawatan dan pemantauan 330 ekor, dan sisanya mati.
Ternak yang positif PMK di Kulon Progo tersentral-sentral di kandang-kandang milik pedagang, tidak menyebar di masyarakat. Kondisi PMK sudah mewabah nasional dan DIY sudah banyak kasus karena penyebaran PMK ini sangat cepat.
Hewan ternak yang masuk ke Kulon Progo sudah terinfeksi dan karena virus ini bisa menular lewat perantara, termasuk manusia.
Pedagang hewan ternak yang biasa berjualan di pasar dan melakukan kontak dengan ternak yang positif PMK, bisa saja menularkan kepada ternak yang di rumah yang kondisi sehat.
"Di Kulon Progo kami nyatakan aman dari PMK, dan kasus PMK tersentral di kandang pedagang ternak. Kami sudah melakukan pengobatan dan di sekitar lokasi dilakukan penyemprotan disinfektan," katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik terhadap PMK, karena angka penyembuhan PMK terus meningkat.
"Kami upayakan penyembuhan PMK. Di wilayah yang tertular PMK, kami lakukan isolasi," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Takut Terserang PMK Sebelum Iduladha, Peternak Madiun Pilih Lockdown Kandang Hewan
-
Ketakutan, Peternak Sebut Wabah PMK Sebagai Covid-19 Pada Hewan
-
Perayaan Idul Adha di Tengah Wabah PMK, Pemprov Jateng Pastikan Stok Hewan Kurban Melimpah
-
Sapi Positif Terpapar PMK di Jember Jadi 3.000, Tiap Hari Bertambah 100 Ekor
-
70 Ribu Hewan Ternak di Jabar akan Disuntik Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Gamis Bini Orang dan Sultan Laris Manis Jelang Lebaran, Penjualan di Jogja Naik hingga 70 Persen
-
Ahli Tegaskan Tanggung Jawab Dana Hibah Pariwisata Ada pada Tim Pelaksana, Bukan Sri Purnomo
-
Minimalisir Kasus Keracunan MBG, DIY Kembangkan Sistem Teknologi Simetris Berbasis AI dan IoT
-
Waspada Cuaca Ekstrem saat Libur Lebaran, Sleman Perpanjang Siaga Darurat hingga 31 Mei 2026
-
Aveta Hotel Malioboro Mengadakan Buka Bersama Anak-anak Panti Asuhan Mustika Tama