SuaraJogja.id - Permainan Human Claw hadir di gelaran Jakarta Fair Kemayoran. Banyak orang yang mengikuti permainan tersebut dan di antara para peserta ada pria yang viral karena mampu membawa banyak barang dalam sekali genggam.
Perlu diketahui kalau Human Claw di Jakarta Fair menawarkan ratusan jajanan di dalam arena. Cara bermainnya mirip seperti claw machine. Dengan tarif Rp50 ribu sekali main, peserta akan diikat oleh tali pengaman lalu diangkat menggunakan katrol.
Tubuh peserta diarahkan ke dalam tumpukan jajanan di bawah dan peserta harus mengambil sebanyak mungkin jajanan yang disediakan.
Namun barang harus diambil menggunakan kedua tangan dan tidak boleh menggunakan kedua kaki.
Selanjutnya peserta diangkat keluar arena dan jajanan pun diletakkan di wadah yang sudah tersedia.
Ada yang tidak bisa mendapat banyak jajanan karena tidak kuat menggenggam terlalu banyak. Namun ada pula yang mampu mengambil banyak jajanan seperti pria yang satu ini.
Dalam postingan akun Instagram @ngakaksehat ada seorang pria yang mencoba peruntungan untuk mengikuti permainan Human Claw. Ternyata pria itu memiliki genggaman yang kuat karena mampu mengambil banyak jajanan.
Ia menggunakan kedua tangannya dan mengapit jajanan ke perut sehingga ia mampu mengambil jajanan dalam jumlah yang besar. Sampai-sampai pria itu mampu mendapatkan satu kantong besar yang berisi jajanan yang diperoleh tadi.
Setelah dibuka satu per satu ternyata pria itu berhasil mendapatkan banyak jajanan yang terdiri dari makanan dan minuman ringan. Katanya kalau ditotal jajanan yang diperoleh pria itu nilainya Rp 250 ribu atau lebih besar dari harga tiket permainan.
Baca Juga: Unik dan Nikmat! Food Vlogger Mgdalenaf Ungkap 2 Jajanan yang Wajib Dicoba di Siam Paragon Bangkok
“Iseng-iseng menyuruh adik gue main human claw di Jakarta Fair. ternyata dia barbar banget. Masnya sampai geleng-geleng kepala karena gak ada yang mengambil sebanyak ini dari tadi wkwkw. Plastiknya sampai di dobel,” tulis keterangan di video.
Video pria yang memborong banyak jajanan di permainan human claw menarik perhatian warganet. Dengan nada bercanda mereka berpendapat kalau pemilik permainan mengalami kerugian karena aksi pria itu.
“Stafnya ketar-ketir karena takut merugi. Rugi bandar hahaha,” ucap warganet.
“Kayanya dia langsung auto blacklist sih hahaha,” balas warganet.
“Jadi mau main tetapi sayang keluarga aku keluarga jaim. Pasti pada malu main ginian,” ungkap warganet.
“Hancur bandar karena pesertanya barbar, tetapi lumayan buat cemilan sebulan,” sambung warganet.
Berita Terkait
-
Daftar Makanan Penurun Asam Urat, Jangan Skip Buah dan Sayuran Ya
-
Jauh Lebih Hemat, Berikut 10 Manfaat Memasak Makanan Sendiri
-
Mengenal Prebiotik, Serat Makanan bagi Bakteri Baik Dalam Usus
-
Cegah Munculnya Masalah Kesehatan, Jemaah Haji Wajib Makan dengan Teratur
-
Kepala Sekolah SMKN 5 Bandung Terkena OTT, Diduga Terkait Pungli PPDB Jabar 2022
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Raudi Akmal: Informasi Hibah Pariwisata Disampaikan Langsung oleh Sekda
-
Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
-
3 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Lanjutan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Ada Raudi Akmal
-
Inden Sejak Bayi, SD Muhammadiyah Sapen Jadi Sekolah Paling Diincar di Yogyakarta
-
Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Raudi Akmal Disebut Sebagai Pemberi Perintah