Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Minggu, 26 Juni 2022 | 11:36 WIB
Kader PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan pers, di sela-sela Rakernas II PDIP Tahun 2021, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022). [ANTARA/Syaiful Hakim]

Selain juga pertimbangan yang publik mungkin tidak bisa melihat secara langsung. Termasuk dari mesin pemenangan baik yang dibangun oleh partai maupun di luar partai.

"Itu nanti juga akan menjadi pertimbangan atau perhitungan. Aspek-aspek kayak gitu yang saya kira perlu dilihat secara lebih komperhensif sehingga satu peristiwa itu tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan lah," pungkasnya.

Megawati sebelumnya memberikan sinyal belum akan mengumumkan nama capres-cawapres yang akan diusung PDIP untuk hadapi Pilpres 2024 dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato politiknya dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) kedua PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Muncul Dorongan Duet Anies Baswedan dan Suharso, Petinggi PPP: Boleh-boleh Saja, tapi...

Awalnya Megawati menyampaikan, bahwa adanya Sekolah Partai PDIP untuk menggembleng para kader-kader untuk menjadi seorang pemimpin.

Megawati lantas menyinggung soal banyaknya pertanyaan yang diterima kepada dirinta terkait kapan akan mengumumkan nama capres-cawapres yang akan diusung PDIP. Ia meminta semua pihak bersabar.

"Tentu semuanya berpikir kenapa ya ibu? 'Sudah banyak itu pertanyaan kapan mau mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presiden?' ya sabar lah sedikit," kata Megawati disambut tangan kader.

Menurutnya, penyelenggaraan Pilpres 2024 masih terbilang lama. Untuk itu, ia mengaku tak terburu-buru dalam mengumumkan nama capres-cawapres yang diusung.

"Orang waktunya masih dua tahun lah dua tahun lah ya boleh dong, saya umpetin aja terus," tuturnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Bertemu AHY di Masjid, Sekjen PDIP Bantah Sebagai Pertemuan Politik

Load More