Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Senin, 27 Juni 2022 | 11:12 WIB
Seorang petugas kesehatan hewan dari FKH UGM sedang mencatat kondisi ternak terkena PMK dan dalam masa pengobatan, di salah satu kandang ternak milik warga, Rabu (22/6/2022). (kontributor/uli febriarni)

"Karena ada asupan energi, protein dan zat lain-lain yang dibutuhkan untuk daya tahan," imbuhnya.

Lockdown Kandang dan Perlakuan Khusus Bagi Susu Sapi PMK

Nawang menyebut, untuk pembatasan lalu-lintas dilakukan dengan pertama-tama menyatakan setiap lingkungan yang di sana ada ternak terkena PMK, maka lokasi itu adalah zona merah.

Sedikitnya tinggal dua kapanewon yang aman dari PMK, yakni Depok dan Minggir. Dengan demikian, ia menilai baik bila ada wilayah yang menerapkan kebijakan semacam lockdown kandang.

Baca Juga: Duel Sengit Menuju 8 Besar Piala Presiden, Mampukah PSS Sleman Taklukan PSIS?

"Mengingat sapi perah ini lebih riskan, kami koordinasi dengan lurah dan ketua kelompok, anggota, untuk sementara kami memang di Kalurahan Hargobinangun memberlakukan seperti itu," tuturnya.

Pihaknya juga meminta lurah menutup sementara kandang, supaya tidak ada lalu-lalang pedagang. Termasuk peternak itu sendiri, yang kandangnya ada sapi perah positif PMK untuk tidak setorkan susu ke koperasi.

"Sehingga susu dari sapi perah terpapar PMK setelah diperah, ditaruh pintu luar, nanti petugas koperasi yang ambil," ungkapnya.

Walau susu dari sapi perah terkena PMK tetap dihargai, ada perlakuan khusus yang diberikan.

"Susu dari ternak yang sudah positif itu harus direbus mendidih. Jadi mungkin tidak akan dicampur dengan susu dari sapi yang tidak terpapar [ketika diolah]," tambahnya.

Baca Juga: PSIS Semarang Yakin Menang Lawan PSS Sleman, Sergio Kantongi Strategi dan Kelemahan Lawan

Daripada Peternak Rugi Total, DP3 Sarankan Ini

Load More