SuaraJogja.id - Baru-baru ini cuitan Kaesang Pangarep kembali mendapatkan sorotan publik. Pemiliki klub Persis Solo tersebut memberikan tanggapannya terhadap salah satu cuitan yang mengatakan jika dirinya tidak memikirkan kondisi klub kebanggaan warga Surakarta.
Dalam cuitan yang dibuat pada Selasa (27/6/2022) berisi tentang permintaan agar Kaisang Pangarep untuk memikirkan klub Persis Solo. Dia juga berharap agar pemain asing yang dimiliki Laskar Sambernyawa seperti Evans dan Artigas agar membatalkan pembelian kedua pemain sebelum Liga 1 bergulir.
"Persis Solo yo dipikir no mas, Tulung kar evans karo artigas direfund sedurung liga mulai [Persis Solo ya dipirikan mas, Tolong Evan dan Artigas di-refund sebelum liga dimulai]," cuitan salah seorang netizen yang kemudian ditanggapi oleh Kaesang Pangarep.
Menanggapi cuitan tersebut, Kaesang Pangarep memberikan pembelaan terhadap dirinya dengan mengatakan bahwa siapa yang tidak memikirkan Persis Solo, Kaesang menegaskan jika dirinya jauh-jauh ke Solo hanya untuk Persis.
"Cocote sopo sing ora mikir Persis. Aku rene adoh-adoh nggo Persis tok [mulutnya siapa yang gak mikir Persis. Aku ke sini jauh-jauh hanya untuk Persis]," balas putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini.
Diketahaui jika Kaesang Pangarep memiliki saham PT Persis Solo Saestu sebesar 40 persen. Klub bola kebanggaan masyarakat Surakarta berharap banyak kepada putra bungsu Jokowi tersebut. Kaesang diharapkan bisa membawa Persis Solo mengukir sejarah baru di kancah sepak bola tanah air.
"Marahin aja mulut-mulut yang hanya mendukung pas menang mas. Pas giliran mainnya tidak sesuai ekspektasi, malah banyak omong di sosmed. Jika sampean gak mikirin Persis, belum tentu lolos Liga 1. Gass terus Mas," ujar salah seorang netizen dalam meberikan dukungan kepada Kaesang Pangarep.
"Gak gitu mas, kalah gak masalah asal pola permaiannya bagus dan menjanjika. Ini dari Liga 2 sampai sekarang pola permainannya amburadul. Persis lolos itu karena pemainnya bagus bukan permainannya yang bagus," bantah netizen yang lain.
"Banyak tim-tim liga1 tahun kemarin yang grusa-grusu main #pelatih_out #pemain_out malah kacau akhire. Psis, Pss, Persija, Persipura, Persela dll, Sing Papan atas malah sing konsisten dengan berbagai perbaikan wl awal2 tersendat spt arema, persebaya persib. Intine berbenah ga ngasal," saran netizen lainnya.
Baca Juga: Ternyata Kaesang Juga Heran dengan Video Minyak Goreng Megawati, Tak Mau Jual Pisang Rebus
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Persis Solo Dikritik Tajam Suporter Usai Babak-belur di Piala Presiden 2022, Jacksen F Tiago Justru Bersyukur
-
Resmi Tinggalkan Eropa, Ini Deretan Aksi Memukau Messi Bersama Persis Solo
-
Persis Solo Jadi Juru Kunci di Piala Presiden 2022, Tagar Jaksen Tiago Out Menggema
-
Deddy Corbuzier Soroti Konten Kartun Kena Somasi Pengacara, Komentar Kaesang Pangarep Diserbu
-
Erina Gudono Pamer Foto Bareng dengan Kaesang Pangarep di Instagram Story, Warganet: Semesta Merestui Kalian
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai