SuaraJogja.id - Pemilik akun @pecintaantis mengunggah video ini di TikTok, Senin (11//7/2022) lalu. Tampak dalam video para petugas area bermain dan mandi bola yang sedang membersihkan bola-bola tersebut.
Area mandi bola di dalam video tersebut terlihat sangat luas namun hanya dua petugas yang terlihat sedang mengumpulkan bola-bola tersebut. Mereka berdua memasukkan bola-bola tersebut ke dalam karung bersama-sama.
“Ga sengaja, liat mbak-mbaknya beresin bolanya satu-satu. Ga kebayang capenya,” tulis @pecintaantis.
Sesekali keduanya juga terlihat berbaring di atas lantai wahana untuk beristirahat. Pekerjaan tersebut terlihat sangat melelahkan dan bola-bola yang harus dikumpulkan seperti tidak ada habisnya.
“Mana cuma berdua, cari duit susah banget. Ampe lemesh weeh. Semangat terusss mbaknyaaa!” tambah @pecintaantis dalam videonya.
Sampai video berakhir pun bola-bola mainan tersebut masih terlihat banyak berserakan. Sepertinya masih butuh waktu lebih lama lagi untuk benar-benar mengumpulkan semua bola tersebut.
“Makasii ya mbak, udah buat liburan anak sekolahan jadi happy!” tutup @pecintaantis dalam videonya tersebut. Berterimakasih pada kedua petugas tersebut.
Tidak disangka, video yang ramai ditonton warganet ini sampai juga kepada salah satu dari petugas yang bersih-bersih di dalam video tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih di kolom komentar.
“Hallo kaa makasih udah nyemangatin kitaaa, btw aku bagian dari yang jaga dan mereka partner-partner aku jadi memang kalo setiap mlem kita beresin bolanya..” tulis @dodolbuluk2.
Baca Juga: Ada yang Terjatuh saat Bermain Wahana Tornado, Setelah Ditelusuri Ternyata Ini
“WAAAHH KEREEN!! SELALU SEMANGAT YAA MBAK DAN TEMEN2NYA! Makasiii banyak udaaaa kasii memorrii indaah buaat anak-anak!” balas @pecintaantis pada @dodolbuluk2 yang adalah perempuan di dalam video tersebut.
Selain itu, warganet juga ikut menyayangkan karena arena seluas itu tidak menggunakan sistem vacuum untuk mengumpulkan bolanya. Mereka salut dengan kedua petugas dan ikut berterimakasih serta mendoakan kedua petugas tersebut.
“Buset masih manual, kirain dah pake mesin vacum,” tulis @bigbrobigpapa.
“Untuk skala playground besar gini ya harusnya nyiapin vacum khusus gitu buat ambil bolanya,” tambah @ssszzssns.
“Mba makasih ya, berkat kalian yg rajin bersiin playground banyak anak anak yg merasa bahagia dan main dengan nyaman krn bersih,” tulis @putrisekarbc.
“I hope u see it mba, semangat, semoga kamu dapet semua yang terbaik, lancar setiap urusan, dan rezekimu,” tulis @unstableteenager.
Berita Terkait
-
Salut, Aksi Sejumlah Pemuda Ini Sigap Tolong Gerobak Penjual yang Roboh
-
Ada yang Terjatuh di Wahana Tornado, Tapi Kok ...
-
Balon Masha and the Bear Terbang di Lintasan Pesawat, Aksi Pegawai Lari-larian Ini Bikin Ngakak
-
Viral! Aksi Petugas Ekspedisi Bongkar Paket Customer dengan Dilempar Kasar
-
Super Seru! Di Bioskop Ini Penonton Bisa Main Perosotan hingga Mandi Bola
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Motor Listrik Rakitan Siswa SMK Ini Tembus 132 Km/Jam, Suaranya Nyaris Tak Terdengar
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?