SuaraJogja.id - Seorang dokter gigi bagikan cerita haru sang pasien di TikTok hari Senin (11/7/2022) lalu. Video yang berkisah tentang seorang kakek yang hendak menjalani proses cabut gigi tersebut ia unggah di akunnya @drg.noviani.
Diceritakan dalam video tersebut, sang kakek berusia 72 tahun ini datang ditemani menantunya. Sebelum proses cabut gigi dilakukan, sang kakek wajib diperiksa dulu tekanan darahnya. Awalnya tekanan darahnya aman-aman saja.
Namun, setelah dianamnesis oleh dokter, diperiksa giginya, dan dites tekanan darah sekali lagi, tekanan darah sang kakek justru meningkat. Sang dokter lantas memutuskan untuk menunda proses cabut gigi. Sang kakek juga diminta untuk berkonsultasi dengan dokter.
“Setelah dianamnesis dan dicek giginya terus dites tekanan darah lagi malah makin tinggi akhirnya aku tunda pencabutannya,” tulis @drg.noviani di video tersebut.
Penundaan perlu dilakukan karena jika tekanan darah terus tinggi, pendarahan selama proses pencabutan gigi akan sulit dihentikan.
Seusai kejadian tersebut, sang kakek datang kembali dan mengatakan kalau tekanan darahnya saat konsultasi dengan dokter lain bagus dan tidak ada hipertensi. Setelah diperiksa oleh @drg.noviani memang benar tekanan darahnya sedang bagus.
Alhasil proses cabut gigi pun dapat dilanjutkan tanpa banyak hambatan. Sang dokter lantasi memanggil orang yang mengantar sang kakek untuk diberi instruksi pascapencabutan. Tujuannya agar dapat mendengarkan penjelasan bersama-sama.
Berbeda dengan saat pertama, kali ini sang kakek diantar oleh istri. Komentar sang kakek langsung bikin sang dokter merasa haru.
“Kemaren kayaknya tekanan darah saya tinggi karena gak ditemanin istri dok, jadi saya tegang. Sekarang ada istri saya di sini, saya jadi tenang,” tulis @drg.noviani mengutip kata-kata sang kakek.
Baca Juga: Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan, Mitos atau Fakta?
Warganet ikut merasa haru dengan cerita tersebut. Mereka ikut merespons dan bercerita pengalaman serupa di kolom komentar.
“Ceritanya simpel tapi ikutan mewek,” tulis @baymaxcomel.
“Mau gak percaya cinta karna keluarga, tapi nonton vt ini ternyata cinta memang seindah itu asalkan bersama orang yang tepat,” tulis @wdyyaa7.
“Dulu mamahku waktu di opname kalo disuruh lap badan maunya sama bapk aja gamau sama anaknya,mungkin memang karna lebih tenang ya persis cerita dokter,” tambah @feeennnnnn15 yang punya cerita serupa.
Kontributor : gabrella seilatuw
Berita Terkait
-
3 Momen Haru Gen Halilintar Bertemu Ameena Pertama Kali, Ayah Atta Bacakan Al Fatihah
-
Momen Haru Gen Halilintar Bertemu Ameena Hanna Nur Atta: Kami Sudah Mimpi-Mimpi Ameena
-
Billy Syahputra Kurban di Musala Dekat Rumah Saat Hidup Susah, Alasannya Bikin Haru
-
18 Tahun Tak Pulang Dinas di Papua, Prajurit Ini Tahan Haru Saat Dipindah Jenderal Andika Perkasa Pulang ke Pontianak
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi