SuaraJogja.id - SMK Negeri 1 Pundong, Kabupaten Bantul, mengakhiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2022/2023 dengan cara yang berbeda. Dengan berbasis budaya Jawa, para siswa yang menggunakan pakaian adat Jawa diajak memainkan beragam permainan tradisional.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pundong, Sutopo, mengatakan tujuan dari salah satu program MPLS ini adalah agar para siswa dapat melestarikan permainan dan budaya Jawa.
"Harapannya anak-anak bisa melestarikan permainan dan budaya Jawa. Kalau tidak kita fasilitasi seperti ini permainan tradisional bisa hilang," ujar Sutapa, Jumat (15/7/2022).
Permainan tradisional yang diikuti oleh para siswa baru pun beragam, antara lain egrang, bakiak, ular tangga, gasing, cengkir dan ketapel.
Selain mengajak 288 siswa baru untuk memainkan permainan tradisional, SMK Negeri 1 Pundong memberikan materi lain untuk menerapkan nilai luhur budaya Jawa.
"MPLS tahun ini kita memberikan materi wiyata mandala terkait lingkungan sekolah, kesehatan reproduksi, pembinaan karakter, keselamatan kerja karena kita ini SMK, mengantisipasi kenakalan remaja dan mitigasi bencana alam," paparnya.
Ditutupnya kegiatan MPLS dengan permainan dan perlombaan, para siswa terlihat sangat sangat senang dan kompak satu dengan yang lain. Salah satunya Putra, dengan permainan yang menggunakan kekompakan tim dirinya merasa lebih dekat dengan teman-teman barunya.
"Seru sekali. Jadi tambah kenal dan dekat sama temen-temen satu kelas," katanya.
Baca Juga: Wow! Jadi Pemimpin Baru, Mangkunegara X akan Promosikan Budaya Jawa ke Tiga Negara
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri