SuaraJogja.id - Sebuah video yang merekam momen kocak seorang pelaku penodongan viral di media sosial baru-baru ini.
Pasalnya pria yang diduga menjadi pelaku penodongan tersebut tampak sibuk merapikan rambut saat hendak berfoto dengan pihak kepolisian.
Seperti diketahui, biasanya setelah pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, tim penyergap akan berfoto bersama dengan pelaku sebagai dokumentasi.
Kejadian menarik sekaligus kocak itu dialami oleh Unit I Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan, yang dipimpin Kepala Tim Aipda Kelvin Marley setelah berhasil meringkus pelaku penodongan.
Pelaku sempat-sempatnya sibuk berdandan dan merapikan rambut saat Kelvin Marley bersama-sama dengan rekan satu timnya akan mengambil gambar untuk dokumentasi bersama pelaku.
Peristiwa lucu tersebut pertama kali dibagikan oleh Kevin Marley melalaui akun Instagram pribadinya, dan menjadi viral di media sosial setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @memomedsos pada Minggu (17/07/2022).
Dalam unggahan video yang dibagikan, tampak Kelvin dan tiga rekannya berpose bersama pelaku yang saat itu tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Pelaku sendiri terpaksa hanya duduk di ranjang rumah sakit. Sebab, kakinya masih diperban karena melawan saat hendak ditangkap.
Ketika Kelvin dan kawan-kawannya sudah berpose dan siap difoto, alih-alih takut setelah tertangkap petugas kepolisian, si pelaku justru sibuk merapikan rambutnya.
Pelaku tampak menyisir rambutnya yang ikal dan lebat memakai tangan agar tampak rapih. Ia tampak menyisirnya berkali-kali bahkan ketika seorang dibaik kamera telah memberikan aba-aba untuk mengambil gambar.
"Satu, dua, ti..." kata fotografer, tapi si pelaku masih tetap menyisir rambutnya memakai tangan.
Sontak peristiwa lucu tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet setelah diunggah ke media sosial.
"Apapun keadaannya kalo di foto harus tetep keren," tulis @ulfa_1992.
"Biar dibilang penodong tampan," tulis @darwan_z.
"Bukan bergaya, mungkin tangannya itu buat nutupin wajahnya," tulis @ayhu_ahmad.
"Siapa tahu ayang liat jadi harus ganteng dulu," tulis @yuwi89.
"Woy ini lagi dokumentasi bukan foto bareng," tulis @northern_0k.
Adapun pada Senin (18/07/2022) unggahan video tersebut telah ditayangkan sebanyak 57 ribu kali dan telah disukai sebanyak lebih dari 2 ribu kali.
Kontributor : Gita Putri Rahmawati
Berita Terkait
-
Perubahan Wajah Atta Halilintar dari 2016 sampai 2022 Jadi Sorotan Netizen: Bertemu Wanita yang Tepat, Semuanya Terawat
-
Beli HP Seharga Rp350 Ribu di Toko Online, Di-unboxing Isinya Malah Bikin Kaget
-
Viral Pria Rambut Gondrong Ini Sebut Surga Itu Murah dan Neraka Mahal, Publik Merasa Tertampar
-
Oki Setiana Dewi Bongkar Ria Ricis Selalu Dapat Rangking Bontot saat Sekolah, Definisi Jalan Kesuksesan Orang Berbeda
-
Cewek Ditraktir Ramen Saking Senangnya Ucap Terima Kasih Berkali-kali Sampai Tukang Parkir: Kayak Dapat Uang Kaget
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Geger! Mahasiswi Dibegal Payudara di Bantul, Pelaku Dikejar Warga hingga Tertangkap
-
Jadwal Azan Magrib di Jogja pada 21 Februari 2026, Lengkap dengan Doa Buka Puasa
-
Ngabuburit di Jogja: 5 Destinasi Seru dan Ramah Kantong untuk Menanti Buka Puasa!
-
6 Fakta Guru SLB di Jogja Diduga Lecehkan Siswi Difabel, Kasusnya Kini Diproses Polisi
-
Diduga Lakukan Pemerasan, Polda DIY Nonaktifkan dan Patsus Anggota Satintelkam Polres Bantul