SuaraJogja.id - Ombudsman RI Perwakilan DIY atau ORI DIY melakukan pemanggilan kepada koordinator guru bimbingan konseling (BK) SMAN 1 Banguntapan berinisial TS pada Rabu (3/8/2022). Pemanggilan ini sebagai tindaklanjut atas dugaan pemaksaan pemakaian jilbab kepada seorang siswi di sekolah tersebut.
Ketua Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY Budhi Masturi mengatakan TS dipanggil untuk didengarkan penjelasnya mengenai pengetahuan yang bersangkutan terkait dengan rentetan kejadian yang menimpa siswinya. Kemudian apa yang diketahui dan tindakan apa yang sudah dilakukan atas peristiwa itu
"Intinya pemasangan pakaian keagaaman itu terkonfirmasi memang dilakukan dan bahkan oleh yang bersangkutan sendiri itu. Meskipun berdasarkan penjelasan tidak ada unsur paksaan menurut mereka. Dan itu terkonfirmasi juga terjadi di ruang BK," kata Budhi kepada awak media, Rabu (3/8/2022).
Disampaikan Budhi, dari keterangan yang bersangkutan memang sudah terjadi dua kali pemanggilan konseling ke siswi. Namun TS hanya mengikuti pada pemanggilan yang kedua.
Sementara yang pertama itu dilakukan oleh seorang guru BK kelas berinisial KNF yang baru akan dilakukan pemanggilan siang ini.
Ia menuturkan TS tidak menjelaskan secara rinci tanggal pemanggilan yang siswi tersebut. Namun memang sebelum tanggal 20 Juli 2022 lalu sudah ada pemanggilan yang pertama oleh guru BK kelas.
"(Koordinator guru BK) tidak mengatakan tutorial tapi hanya mencontohkan agar anaknya tahu caranya," ucapnya.
Terkait dengan kepala sekolah yang mengetahui kejadian tersebut, kata Budhi memang TS belum melaporkannya. Sebab menganggap persoalan yang dialami oleh siswa itu belum tuntas atau selesai.
"Biasanya baru akan dilaporkan kalau sudah selesai permasalahan yang dialami oleh si siswa. Jadi mereka menempatkan kondisi siswa yang belum bisa baca kitab suci dan belum menggunakan pakaian (jilbab) itu sebagai persoalan yang harus diselesaikan karena untuk proses belajar mengajar," terangnya.
Diketahui pada Jumat (29/7/2022) kemarin Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY sendiri telah melakukan pemanggilan kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Banguntapan Agung Istiyanto untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dengan dugaan kasus bullying terhadap salah satu siswinya.
Sebelumnya diketahui bahwa seorang siswa kelas 10 atau 1 SMA di sekolah tersebut sempat dipaksa untuk mengenakan jilbab. Akibatnya siswi berusia 16 tahun itu disebut mengalami depresi.
Sementara itu koordinator guru BK yang dimintai keterangan ORI DIY memilih bungkam saat ditanya awak media. Sama seperti Kepala Sekolah yang sebelumnua juga sudah diperiksa.
Berita Terkait
-
Tanggapi Kasus Dugaan Pemaksaan Pemakaian Jilbab SMAN 1 Banguntapan, Dua Wakil Rakyat Ini Beda Sikap
-
Kisah Siswa SMAN 1 Banguntapan yang Dipaksa Pakai Hijab Hingga Depresi
-
Disdikpora DIY Sebut SMAN 1 Banguntapan Bantah Paksa Siswi Pakai Jilbab: Cuma Mencontohkan
-
ORI DIY Panggil Guru BK hingga Guru Agama SMAN 1 Banguntapan Terkait Dugaan Pemaksaan Pemakaian Jilbab
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja