SuaraJogja.id - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY menemukan fakta baru terkait dengan kasus dugaan pemaksaan memakai jilbab kepada salah seorang siswi di SMAN 1 Banguntapan yang berujung depresi.
Ketua Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY Budhi Masturi menjelaskan bahwa siswi itu menangis dan mengunci kamar mandi sekolah selama berjam-jam bukan setelah dipakaikan jilbab oleh gurunya. Melainkan berselang enam hari setelah peristiwa itu.
Keterangan itu diterima oleh salah satu guru bimbingan konseling (BK) SMAN 1 Banguntapan yang dimintai keterangan oleh Ombudsman di kantor ORI DIY, Rabu (3/8/2022) hari ini.
"Kami memperoleh penjelasan yang meluruskan informasi yang selama ini beredar bahwa anak itu mengunci diri di kamar mandi itu tanggal 26 Juli. Sementara pemakaian pakaian keagaaman (jilbab) itu di tanggal 20 Juli," kata Budhi kepada awak media.
"Jadi tidak bukan setelah dalam ruangan BK dicontohkan atau dpakaikan pakaian keagamaan, lalu setelah itu ke kamar mandi mengunci diri, bukan," sambungnya.
Budhi melanjutkan bahwa peristiwa siswi yang menangis dan mengunci diri di kamar mandi itu dilakukan setelah jam pelajaran Kimia. Sehingga yang bersangkutan tidak mengikuti kelas berikutnya.
"Setelah jam pelajaran kimia dia kemudian tidak mengikuti kelas berikutnya sosiologi ketika ditanyakan guru sosiologi tidak mengetahui sejak jam dia mengajar. Dicari baru ketemu di toilet sedang menangis," terangnya.
Sehingga, kata Budhi, peristiwa siswi yang mengurung diri di toilet sekolah pada tanggal 26 Juli 2022 kemarin itu masih menyisakan sejumlah tanda tanya.
"Jadi ini masih misteri yang kita harus pecahkan. Besok kita menghadirkan guru agama dan wali kelas. Apa yang terjadi di hari-hari itu dan di jam-jam itu," ucapnya.
Baca Juga: Tanggapi Kasus Dugaan Pemaksaan Pemakaian Jilbab SMAN 1 Banguntapan, Dua Wakil Rakyat Ini Beda Sikap
Kendati demikian, ia menyebut keluhan si anak tentang rasa tidak nyaman itu sudah terjadi sejak tanggal 19 Juli 2022. Diketahui pula tanggal itu merupakan hari yang sama dengan tanggal 26 Juli 2022.
Ketidaknyamanan itu juga masih berkaitan dengan pakaian keagamaan tersebut. Terlebih konseling yang dilakukan oleh guru BK sendiri tidak hanya dilakukan di ruangan saja tetapi juga di luar.
"Sebelum yang di ruang BK kan ada semacam konseling dalam bahasa mereka tapi itu di gazebo, itu di luar [ruangan]. Kemudian selain itu juga diajak komunikasi di kelas dan sampai diajak makan di kantin dan sebagainya. Itu dari sebelum tanggal 20 [Juli]," ungkapnya.
"Saya belum pada kesimpulan dipaksa atau tidak dipaksa tapi anak merasa tidak nyaman terkait dengan pengenaan pakaian keagaaman sejak tanggal 19 [Juli] dan ada proses-proses komunikasi konseling gitu yang kemudian di tanggal 26 itu yang kita masih harus cari informasinya," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang siswa kelas 10 atau 1 SMA Negeri 1 Banguntapan sempat dipaksa untuk mengenakan jilbab oleh gurunya. Akibatnya siswi berusia 16 tahun itu disebut mengalami depresi.
Diketahui pada Jumat (29/7/2022) kemarin Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY sendiri telah melakukan pemanggilan kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Banguntapan Agung Istiyanto untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dengan dugaan kasus bullying terhadap salah satu siswinya itu.
Berita Terkait
-
Temuan ORI Soal Kasus Siswi Dipaksa Pakai Jilbab: Semua Model Seragam Berjilbab dan Ada Pungutan
-
Dipanggil ORI DIY, Koordinator Guru BK Akui Soal Pemakaian Jilbab ke Siswi Tapi Tak Memaksa
-
Tanggapi Kasus Dugaan Pemaksaan Pemakaian Jilbab SMAN 1 Banguntapan, Dua Wakil Rakyat Ini Beda Sikap
-
Kisah Siswa SMAN 1 Banguntapan yang Dipaksa Pakai Hijab Hingga Depresi
-
Tanda-Tanda Depresi yang Tak Terlihat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
-
Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara