Yang dimaksud Seleksi Lainnya adalah jalur yang semula dikenal dengan sebutan Seleksi Mandiri. Meliputi empat jalur antara lain Jalur Prestasi, Jalur Skor UTBK, Jalur Computer Based Test (CBT), dan Jalur Bela Negara.
"Kami juga memiliki skema mahasiswa asing," ujarnya.
Diketahui, dari jalur SNMPT UPN Veteran Yogyakarta menerima sebesar 20% mahasiswa, SBMPTN 50%, Seleksi Lainnya sebesar 30%.
Lebih jauh ia menjelaskan, jalur Bela Negara merupakan implementasi dari komitmen UPN Veteran Yogyakarta untuk terus melestarikan, mengembangkan, serta menguatkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bernegara.
Hal ini merupakan perwujudan dari komitmen, untuk tetap merengkuh keluarga besar veteran dan kementerian pertahanan sebagai lembaga yang semula menaungi UPN Veteran Yogyakarta.
Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Kemendikbudristek RI Sri Gunani Partiwi mengatakan, apa yang menjadi permintaan Rektor UPN Veteran Yogyakarta, tentu akan disampaikannya kepada Mendikbudristek.
Namun tentunya, perlu dipahami pula bahwa terkait KIP ada kebijakan dan ketentuan yang mengikat.
"Saya akan meneruskannya ke mas menteri [Nadiem Makarim]. Karena memang KIP itu diperuntukkan bagi mahasiswa yang punya kemampuan akademik, tapi kurang secara ekonomi, salah satunya. Jadi kami sangat perhatikan," ucapnya.
Kuota KIP dihitung secara kebutuhan nasional, tambahnya. Namun, seandainya tidak tersedia kuota tambahan KIP-K seperti yang diajukan UPN Veteran Yogyakarta, maka pengajuan tersebut akan jadi catatan dan akan bisa diambil dalam bentuk beasiswa dari sumber mitra pemerintah.
Baca Juga: Orasi Ilmiah di PKKBN UPN Veteran Yogyakarta, Plt Direktur Belmawa: Indonesia Menanti Kalian
"Itu kalau memang kuota memang tidak ada. Kami akan cek lagi," terangnya.
Secara formal, Kementerian meminta tiap perguruan tinggi bisa menjalankan secara betul kebijakan penerapan KIP-K di kampus masing-masing.
Secara paralel, Kementerian juga terus mengupayakan sumber beasiswa bagi mahasiswa. Bukan hanya itu, ada banyak cara lain yang terus ditempuh oleh Kementerian dalam meningkatkan partisipasi pendidikan seluas-luasnya.
"Peningkatan angka partisipasi pendidikan terus menjadi komitmen kami," tegasnya.
Jadi Mahasiswa Masa Kini, Kompetisi Bukan Yang Utama
Rektor UPN Veteran Yogyakarta Prof. Irhas Effendi menyatakan, dalam era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, mahasiswa di masa kini wajib memperkuat kemampuan teknologi informasi yang menjadi ciri dunia kerja di era digital.
Menurut dia, ada kemampuan lain yang harus dimiliki mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, selain kemampuan bekerja secara individual dan tim, pengetahuan serta keterampilan.
Tag
Berita Terkait
-
Orasi Ilmiah di PKKBN UPN Veteran Yogyakarta, Plt Direktur Belmawa: Indonesia Menanti Kalian
-
Suara Community Institute Kembali Hadir, Digelar Selama 4 Hari di Kampus II UPN Veteran
-
Layanan Kesehatan Klinik Pratama UPN "Veteran" Yogyakarta
-
Bobby Nasution: Jangan Terdengar Lagi yang Masuk Daftar Penerima Bantuan Itu Keluarga Kepling, Lurah, Camat
-
Jurusan di UPN Jogja dan Akreditasi Sebagai Pertimbangan Pilihan Kuliah SNMPTN dan SBMPTN
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Bukan Mobil, Pemudik Motor Mulai Masuk Jogja: Tembus 129 Ribu Sehari!
-
Pemudik Mulai Masuk Yogyakarta, Pengguna Commuter Line Tembus 22 Ribu Orang per Hari
-
Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan
-
BRI Perkuat Layanan Lebaran Lewat BRImo, ATM, dan Jaringan Agen BRILink
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo Sebut Tuntutan 8,5 Tahun Penjara Bentuk Frustrasi Jaksa