SuaraJogja.id - Video seorang emak-emak mengamuk diduga gegara kursi miliknya direbut oleh seorang pria tua saat hendak makan di sebuah tempat makan viral di media sosial.
Aksinya tersebut menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun Instagram @memomedsos pada Sabtu (12/8/2022).
Dalam unggahan video yang dibagikan, memperlihatkan seorang wanita mengenakan kaus abu-abu dan celana pendek berwarna putih tengah marah-marah di dalam sebuah tempat makan.
Adapun berdasarkan keterangan dalam unggahan, kejadian tersebut terjadi rumah makan di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Keributan di Rumah Makan Mahaji ayam panggang Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” tulis keterangan dalam unggahan video tersebut dikutip SuaraJogja.id pada Senin (15/8/2022).
Tampak wanita tersebut yang notabenenya adalah emak-emak tengah ngomel-ngomel dengan nada tinggi kepada seorang laki-laki setengah tua yang tengah makan bersama dengan keluarganya.
Bukan tanpa sebab, emak-emak tersebut diduga kesal dan tak terima ketika bangku yang hendak ia duduki saat makan di tempat makan tersebut telah diduduki oleh laki-laki tersebut bersama dengan keluarganya.
"Nggak bisa, ini kursi saya,” ucap emak-emak itu.
Di sisi lain, laki-laki yang sudah terpancing emosinya tersebut tampak tak terima dan menjelaskan jika dirinya lah yang datang dan menempati meja tersebut lebih dulu. Sehingga emak-emak tersebut tak bisa memintanya pindah begitu saja.
Baca Juga: Video Viral Emak-emak Bermobil Mercy Tepergok Curi Banyak Cokelat di Minimarket
"Loh kok begitu. Saya kan dari tadi sudah datang duluan. Saya duduk di sini,” jawab laki-laki itu kemudian.
Alhasil percekcokan antara emak-emak dan laki-laki tersebut pun tak dapat dihindari. Bahkan keributan yang ditimbulkan keduanya langsung menjadi pusat perhatian dari pelanggan yang lain di tempat makan tersebut.
Adapun dalam potongan video selanjutnya, emak-emak tersebut akhirnya keluar dari tempat makan tersebut. Namun percekcokan tampaknya belum juga mereda.
Aksi marah-marah emak-emak tersebut justru semakin mengundang emosi dari pelanggan lainnya yang semakin merasa terganggu lantaran meributkan sesuatu hal yang sangat sepele.
Terdengar sejumlah protesan agar emak-emak tersebut segera pergi lantaran dianggap mengganggu dari pelanggan lain yang berada di tempat makan tersebut.
Unggahan itu pun mendapatkan rekasi yang tak jauh berbeda dari warganet.
Berita Terkait
-
Kasir Alfamart Terancam UU ITE Usai Viralkan Emak-emak Sosialita yang Terciduk Curi Coklat, Hotman Paris: Jangan Takut!
-
Permintaan Maaf Pegawai Alfamart Viral karena Rekam Pengunjung yang Curi Cokelat, Netizen: Lindungi dong Karyawannya
-
Viral Kasus Perempuan Sosialita Naik Mercedes-Benz Terciduk Curi Cokelat, Alfamart Buka Suara
-
Pegawai Perempuan Kawan Lama Group Jadi Korban Pelecehan Seksual Verbal Rekan Sekantornya, Viral di Twitter
-
Viral Video Pria Bergaya Necis Coba Curi HP dengan Alihkan Fokus Pegawai, Publik: Tampang Bos, Kelakuan Maling
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung