SuaraJogja.id - Sebanyak 1.099 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman menjelang HUT RI ke-77. Remisi akan diberikan tepat pada perayaan HUT RI pada Rabu (17/08/2022) di masing-masing rutan dan lapas.
Dari 1.099 narapidana, sebanyak 1.070 mendapatkan Remisi Umum I (RU.I). Sedangkan sisanya 29 narapidana mendapatkan Remisi Umum II (RU.II).
"29 narapidana yang mendapatkan RU II bisa langsung bebas," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Imam Jauhari di LP Wirogunan, Senin (15/08/2022) sore.
Menurut Imam, dari total 1.099 orang yang mendapatkan remisi tersebut, narapidana terkait tindak pidana khusus yang mendapatkan Remisi Umum sebanyak 286 orang. Jumlah ini terdiri dari 274 narapidana narkotika, tujuh narapiadana pencucian uang, empat narapidana korupsi dan satu narapidana traficking.
Total jumlah WBP hingga 15 Agustus 2022 se-DIY mencapai 1.920 WBP. Angka ini terdiri dari 534 orang tahanan dan 1.386 orang narapidana.
"Besaran remisi umum yang didapatkan narapiadana berkisar antara 1 sampai 6 bulan. Hal ini sesuai ketentuan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999," jelasnya.
Imam menambahkan, peringatan HUT RI ke-77 yang bersamaan dengan Hari Dharma Karya Dika Kementerian Hukum dan HAM ke-77 Tahun 2022 kali ini cukup istimewa. Selain remisi, wahana edukasi pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Yogyakarta diresmikan.
Wahana edukasi pemasyarakatan ini menjadi wahana pengetahuan tentang pemasyarakatan yang pertama ada di Indonesia. Pembukaan wahana ini merupakan upaya konsistensi menjaga cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata R.I Nomor : PM.89/PW.007/MKP/2011.
Di wahana ini terdapat penjelasan tentang sejarah dan perkembangan sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan di Indonesia. Diantaranya melalui Infografis Transformasi Pemasyarakatan, Relief, maupun Pojok Memorabilia.
"Kami melalukan revitalisasi fasad atau tampak muka bangunan heritage Lapas Kelas IIA Yogyakarta, disesuaikan dengan kondisi awal bangunan yang merupakan bangunan asli sejak berdirinya pada zaman kolonial Belanda," jelasnya.
Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengungkapkan melalui remisi yang diberikan, maka diharapkan dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat. Percepatan kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat juga akan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dan keluarganya.
"Karena, bagaimanapun seorang narapidana adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Narapidana juga mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga," ungkapnya.
Sultan berharap melalui wahana edukasi pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Yogyakarta yang diresmikan kali ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat agar dapat memahami makna dari sebuah sistem pemasyarakatan. Apalagi beragam informasi tentang pemasyarakatan dan perjalanannya dihadirkan sebagai salah satu bentuk pembelajaran.
"Tentunya agar dikemudian hari hal tersebut menjadi salah satu ilmu pengetahuan yang dapat tersampaikan kepada banyak pihak serta sebagai wujud wajah lapas yang humanis," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan
-
Perangi Scam dan Judi Online, BRI Dukung Penguatan Ekosistem Keuangan Digital yang Aman
-
Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah
-
Masih Ada Praktik Jual Seragam, Disdikpora DIY Tegaskan Sekolah Negeri Tak Boleh Berbisnis