SuaraJogja.id - Keberhasilan PSM Makassar tembus ke babak final Piala AFC zona ASEAN membantu PSSI dalam memperbaiki ranking di level klub Asia. Meski pada laga final tersebut pasukan Juku Eja harus takluk dari tim asal Malaysia, Kuala Lumpur City FC dengan skor 5-2.
Kekalahan PSM Makasaar di partai final Piala AFC zona ASEAN mendapat sorotan khusus dari salah seorang pengamat sepak bola tanah air, Akmal Marhali.
Menurutnya, penyebab tim kebanggaan masyarakat Makassar itu kalah di final ialah tidak adanya dispensasi jadwal pertandingan dari PT LIB, sehingga pasukan Juku Eja mengalami kelelahan karena padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani.
"Faktor kelelahan tanpa adanya dispensasi dari @pt_lib membuat PSM kehabisan tenaga. Berbeda dengan Kuala Lumpur FC yang diberikan ruang dan didukung penuh oleh pengelola Liga Super Malaysia untuk mengangkat nama negara di level Asia," tulis Akmal Marhali di akun Instagram pribadinya.
Namun meski gagal, menurut Akmal Marhali, ini merupakan pencapaian terbaik klub Indonesia di AFC Cup sejak menggunakan sistem zonasi dari tahun 2017.
"Meski gagal, inilah capaian terbaik klub Indonesia di #afccup sejak menggunakan sistem Zonasi pada 2017. Sebelumnya pada 2018 @baliunitedfc gagal dan @persija sampai semifinal. Pada 2019, giliran #Persijajkt gagal dan #psmmakassar sampai semifinal. Musim ini, #baliunitedfc gagal dan #psm melangkah sampai final," imbuhnya.
Capaian yang diraih oleh PSM Makassar, bagi Akmal Marhali, patut diapresiasi. Pasalnya PSM berhasil mendongkrak ranking PSSI di level klub Asia.
"Prestasi PSM mencapai final ASEAN musim ini patut diapresiasi. PSM menggendong ranking @pssi di level klub Asia. Melansir dari Footy Rankings, saat ini @liga1match menempati peringkat ke-25 selisih satu tingkat di bawah Australia. Tercatat Indonesia mengumpulkan total 9.005 poin. Australia 10.500 poin," tulisnya.
"Pemain psm bukan robot, pastilah sangat melelahkan dengan jadwal yang padat, tapi bisa ngeangkat liga , tahun depan club mana pun yang masuk champion asia harus kau kasih kelonggaran boss @pt_lib @pssi @mochamadiriawan84 , jangan lupa berterima kasih ke psm ya , tetap ewako, terima kasih kebanggaan @psm_makassar," komentar salah seorang netizen pada postingan Instagram Akmal Marhali.
Baca Juga: Debut Luis Milla di Persib Bandung Tunjukan Gaya Bermain Baru Saat Lawan PSM Makassar
"Sudah di gendong malah ngga di support dgn jadwal yg lebih mementingkan liga 1 smua sdh trjadi ttp ewakooo," ungkap salah seorang netizen.
"Beda mindset pengurus Liga indonesia dan Liga Malaysia," kata netizen lainnya.
LIHAT UNGGAHANNYA DI SINI.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Debut Luis Milla di Persib Bandung Tunjukan Gaya Bermain Baru Saat Lawan PSM Makassar
-
Luis Milla Dampingi Persib Bandung di Laga Kontra PSM Makassar
-
Ingatkan Wasit Liga 2 Pimpin Laga dengan Benar, Iriawan: Ketum PSSI Jadi Sasaran Jika Tak Beres
-
Rampungkan Kitas, Luis Milla Bakal Pimpin Latihan Perdana Skuad Persib di Parepare
-
Jelang Laga Persib vs PSM Makassar, Pangeran Biru Gelar Latihan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?