SuaraJogja.id - Sebuah video viral usai diunggah akun @majeliskopi08 di media sosial, dalam unggahan video tersebut seorang pria mengaku jika dirinya ditilang dan dimintai uang Rp500 ribu saat di tol Lebani, Gresik, Jawa Timur.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria tengah mendatangi mobil satuan Patroli Jalan Raya (PJR).
Terlihat dalam video tersebut, pria tersebut mengetuk mobil dan menyuruh petugas yang ada di dalam mobil tersebut untuk keluar.
Beberapa kali pria tersebut mengetuk kaca di dalam mobil tersebut untuk membuat petugas yang sedang bertugas tersebut turun untuk meminta penjelasan mengapa dirinya ditilang STNK ditahan dan meminta uang sekitar Rp500 ribu.
Namun saat ketukan yang ke berapa kali, petugas yang harusnya memberikan penjelasannya malah pergi membawa mobilnya. Beruntung pria tersebut berhasil menghentikannya dan membuatnya turun dari mobil usai, salah satu temannya meneriakan nama “Fachruddin” yang diduga adalah petugas polisi tersebut.
Saat turun dari mobil petugas tersebut mengelak jika dirinya telah meminta uang kepada pengemudi tersebut.
Pengemudi tersebut juga sempat mengambil gambar situasi di dalam mobil petugas tersebut dan mengatakan jika uang miliknya ada di surat tilang miliknya.
Saat terjadi perseteruan tersebut, polisi tersebut langsung mengelak dan mendorong pengemudi dan temannya tersebut lalu kembali masuk ke dalam mobil.
Polisi tersebut sempat mengatakan jika orang yang ada di dalam mobil tersebut merupakan uang miliknya sendiri.
Baca Juga: Sosok Anak SMA Ini Bikin Heboh Publik, Disebut Punya Wajah dan Perawakan Mirip Ferdy Sambo
“Seorang pengemudi mengaku ditilang STNK ditahan, dan dimintai uang Rp. 500 ribu rupiah. Pengemudi ini ditilang di luar tol, namun kemudian dibawah masuk ke dalam tol. pengemudi bersama temannya lantas menemui petugas PJR tersebut, namun petugas PJR tersebut mengaku hanya menilang dan tak meminta uang. Peristiwa terjadi dekat gerbang tol Lebani Kabupaten Gresik Jawa Timur,” tulis pengunggah video tersebut di Instagram.
Unggahan video yang memperlihatkan seorang pengemudi yang ditilang dan dimintai uang Rp500 ribu ini lantas viral dan mendapatkan berbagai komentar dari warganet.
“Positif thinking aja, mungkin dia kaum dhuafa,” tulis salah satu warganet.
“Malu sama tulisan di mobil "mengayomi dan melayani masyarakat,” bunyi salah satu komentar warganet.
“Mohon dilakukan penindakan terkait dugaan petugas PJR meminta uang kepada pengemudi, bapak / ibu,” tulis warganet di kolom komentar.
“Usutttt... Karena banyak kejadian seperti ini.. Kasian sopir,” tulis warganet lainnya di Instagram.
Berita Terkait
-
Sosok Anak SMA Ini Bikin Heboh Publik, Disebut Punya Wajah dan Perawakan Mirip Ferdy Sambo
-
Sewa Ojek 5 Jam, Wanita Ini Cuma Bayar Rp 20 Ribu, Warganet: Parah Banget
-
Niat Polisi Ini Tolong Warga Kehabisan Bensin, Akhir Cerita Diluar Dugaan, Bikin Warganet Riuh
-
Penertiban Bangunan Tak Berizin di Manado Diwarnai Aksi Pengeroyokan Satpol PP pada Anak SMA
-
Diterjang Hujan Badai, Ini Penampakan Pohon Besar Tumbang Timpa Motor dan Rumah di Bogor, Bima Arya: Tetap Waspada
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Film Operasi Pesta Copet Soroti Kemiskinan Struktural di Balik Fenomena Kriminal
-
Garebeg Maulud 2026 Digelar Tertutup, Tradisi Rebutan Gunungan untuk Warga Dihapus
-
Kekhawatiran Kondisi 1998 Kembali Terjadi, Aktivis 98 Edy Khemod Sudah Tahu Ini Akan Terjadi
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat