- Operasi Pesta Copet menyoroti kemiskinan struktural dan himpitan ekonomi yang dapat mendorong seseorang terjerumus ke dunia kriminal.
- Film ini mengajak penonton melihat pencopetan dari sisi korban dan pelaku, sekaligus memahami persoalan sosial, kesempatan kerja, lingkungan, dan sistem di baliknya.
- Meski dikemas sebagai drama komedi berlatar Jakarta, Operasi Pesta Copet tetap membawa kritik sosial dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.
SuaraJogja.id - Film drama komedi Operasi Pesta Copet tak sekadar mengangkat aksi pencopetan sebagai bahan lelucon. Film produksi Imajinari ini mencoba membongkar persoalan sosial yang lebih besar, termasuk kemiskinan struktural dan himpitan ekonomi yang dapat mendorong seseorang masuk ke dunia kriminal.
Sutradara sekaligus drummer band Seringai, Edy Khemod, mengatakan motif ekonomi menjadi salah satu faktor yang perlu dilihat ketika membicarakan fenomena pencopetan.
Melalui film garapannya ini, Khemod ingin mengajak penonton memahami kondisi sosial yang berada di balik pilihan seseorang.
Berangkat dari Fenomena Nyata
Gagasan Operasi Pesta Copet berangkat dari fenomena pencopetan yang terjadi di tengah keramaian, termasuk acara musik besar seperti Pestapora di Kemayoran, Jakarta.
Khemod mengaku pernah menemukan fenomena tersebut secara langsung. Ketika Seringai tampil di Solo, ia bahkan mengetahui adanya empat pencopet asal Jakarta yang sengaja datang ke kota tersebut untuk menjalankan aksinya.
Pengalaman itu kemudian mendorong Khemod melihat persoalan pencopetan dari berbagai sisi, termasuk kondisi sosial dan ekonomi yang mungkin melatarbelakangi tindakan kriminal.
"Saya pernah berada di situ, maka saya bisa memberi empati. Fenomena ini ada, lalu apa yang bisa kita lakukan agar tidak terjadi hal seperti itu. Ini niat jujur saya ingin menyampaikan hal itu dalam genre drama komedi," ujar Khemod saat media gathering di Sahid Raya Hotel Yogyakarta, Selasa (24/8/2026).
Pendekatan tersebut juga membuat film tidak hanya menghadirkan sudut pandang korban. Khemod menggunakan cara tutur yang terinspirasi dari pendekatan jurnalistik untuk memperlihatkan sisi pelaku sekaligus dampak yang dirasakan korban.
Baca Juga: Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
"Film ini pakai cara tutur jurnalistik, yang harapannya fair. Ada sudut pandang korban dan pelaku juga. Tapi dilihatkan bagaimana dampaknya bagi korban. Namun kami kemas dalam komedi," katanya.
Khemod bahkan menyebut persoalan pencopetan dan pencurian berkaitan dengan persoalan struktural yang lebih luas di Indonesia.
"Pencopetan dan pencurian adalah budaya Indonesia, mohon maaf, karena struktural. Masyarakat di bawah mendapat contoh. Selama contohnya tak diperbaiki, ya akan ada kriminalitas. Kami memotret itu yang memang riil," tegas Khemod.
Bukan Sekadar Film tentang Copet
Menggabungkan komedi, aksi pencopetan, dan kritik sosial membuat proses produksi Operasi Pesta Copet menjadi tantangan tersendiri bagi Imajinari.
Produser film, Ernest Prakasa, bahkan menyebut produksi film tersebut sebagai salah satu yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi sepanjang perjalanan rumah produksi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026