SuaraJogja.id - Pedagang ayam di Pasar Bantul keluhkan harga ayam yang lambat laun mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi tepat setelah harga BBM naik pada Sabtu (3/9/2022).
Salah satu pedagang ayam di Pasar Bantul, Ngadiyem (56), mengatakan bahwa harga daging ayam sejak tanggal tersebut naik menjadi Rp33 ribu.
"Sebelumnya Rp30 ribu, naik bareng sama BBM naik kemarin," katanya, Selasa (6/9/2022).
Meskipun kenaikan harga tidak pesat, Ngadiyem mengaku bahwa hasil penjualan tidak memuaskan seperti sebelumnya. Dari yang sebelumnya ia mampu menjual 30 kilogram perharinya, sekarang ia hanya menjual 15 kilogram dalam sehari.
"Sekarang itu jualannya angel (susah), nggak tentu jual berapa. Bawa 10 ayam sekitar 15-20 kilogram tapi tidak habis," terangnya.
Serupa dikatakan Tutik (44), dalam beberapa hari ia harus pulang tanpa membawa hasil berjualan daging ayam yang memuaskan. Ia mengkhawatirkan jika nantinya harga daging ayam tiba-tiba melonjak.
"Dari pagi sampai siang tapi masih banyak dagangannya, jualan cuma ngantuk. Ini baru naik beberapa ribu saja, nanti kalau sampai tinggi kan jadi tambah sepi jualannya," ujarnya.
Sementara itu Murjilah (68) pedagang daging sapi mengatakan bahwa dalam waktu dekat tidak ada kenaikan harga. Saat ini daging sapi stabil di harga Rp130 perkilogram.
"Di pasar sini belum ada info, masih nunggu kan kita ada paguyuban jadi yang naikkan dari sana," katanya.
Baca Juga: Ramai-ramai Travel di Pekanbaru Naikkan Ongkos Seiring Kenaikan Harga BBM
Berita Terkait
-
Ramai-ramai Travel di Pekanbaru Naikkan Ongkos Seiring Kenaikan Harga BBM
-
Harga BBM Naik, Komika Sindir Pihak yang Sarankan Beralih ke Kendaraan Listrik
-
Demo Tolak Kenaikan BBM di DPRD Sumut, Teriak Massa: Mana Bantengnya, Belum Datang
-
Harga Cabai Keriting hingga Ayam Potong di Pandeglang Naik, Dampak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
-
Heboh Mobil Angkut BBM Pakai Jeriken di Sukabumi, Ini Tanggapan Pertamina
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Anti Hujan! 10 Destinasi Wisata Indoor Jogja Paling Asyik untuk Liburan Keluarga
-
3 Rekomendasi SUV Bekas, Type Premium Bisa Dibawa Pulang dengan Modal Rp80 Jutaan
-
Demi Keselamatan Publik! Mahasiswa UMY Gugat UU LLAJ ke MK Setelah Jadi Korban Puntung Rokok
-
Harda Kiswaya di Persidangan: Hibah Tak Pernah Dikaitkan Pilkada
-
7 Fakta Panas Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bupati Harda Kiswaya Terlibat?