SuaraJogja.id - Petani tembakau di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pendampingan pemerintah setempat mengembangkan tanaman tembakau varietas grompol seluas 40 hektare, sebagai bahan baku cerutu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo di Bantul, Selasa, mengatakan, mulai tahun ini petani tembakau di wilayah Bantul menjalin kerja sama dengan perusahaan cerutu milik Pemda DIY, dalam pengembangan tanaman tembakau jenis grompol.
"Kita sudah kontrak kemitraan seluas 40 hektare tembakau yang ada di Bantul tersebar di kecamatan Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri dan Pundong, dengan jenis tembakau grompol, salah satu jenis tembakau untuk bahan baku cerutu," katanya.
Dia mengatakan, pengembangan tanaman tembakau grompol di beberapa kecamatan Bantul itu sudah dimulai beberapa waktu lalu, bahkan sudah ada tanaman yang siap panen yaitu di wilayah Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri seluas 10 hektare.
"Kalau luas tembakau di seluruh Kabupaten Bantul sekitar 210 hektare, tetapi yang kerja sama dengan pola kemitraan baru 40 hektare, harapan kami ke depan nanti bisa tambah lagi untuk tahun-tahun ke depan," katanya.
Dia mengatakan, apalagi dalam pola kemitraan itu, petani mendapatkan bibit gratis, dan ketika masa panen langsung mendapat pembayaran dari pihak perusahaan dengan harga Rp2.000 per kilogramnya untuk tembakau basah.
"Jadi petik timbang langsung bayar. Ini baru awal, mungkin tahun depan setelah menikmati hasilnya bisa diperluas lagi, ini bibitnya gratis, petani mendapat pinjaman pupuk tanpa bunga per hektare Rp2,5 juta. Mulai tanam tiga bulan lalu, minggu kemarin sudah panen," katanya.
Dia mengatakan, lahan tembakau di wilayah Bantul juga berpotensi bisa diperluas lagi, seperti di wilayah Desa Selopamioro yang baru seluas 10 hektare, padahal potensinya bisa 25 hektare, sehingga harapannya ke depan lahan bisa dioptimalkan.
"Memang baru beberapa kelompok petani yang mengikuti kemitraan, seperti di Selopamioro baru 10 hektare, padahal luas tanaman tembakau mungkin lebih dari 25 hektare, jadi baru pertama kali, tapi kami lihat ke depan akan lebih banyak lagi petani yang akan minat pola kemitraan ini," katanya. [ANTARA]
Baca Juga: Kenalan Lewat Aplikasi Jejaring Sosial, Motor Milik Mahasiswi di Bantul Dibawa Kabur Teman Barunya
Berita Terkait
-
Tanpa Regulasi Pemerintah, Industri Produk Tembakau Alternatif Bakal Sia-sia
-
Petani Tembakau di Selopamioro Rayakan Panen, Pemkab Bantul Dorong Perluasan Budidaya Tembakau Cerutu
-
Tembakau Alternatif Perlu Aturan Terpisah dari Rokok, Ini Alasannya
-
Pengusaha dan Industri Tembakau RI Menangis, Asing Ikut Atur Perda KTR
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM