SuaraJogja.id - Saat ini petugas pemadam kebakaran atau damkar tidak hanya ditugaskan untuk memadamkan api. Acapkali petugas pemadam kebakaran harus ditugaskan untuk menangkap ular, sehingga para petugas pemadam kebakaran harus memiliki kemampuan untuk menangkap hewan melata seperti itu.
Kemunculan ular di permukiman warga atau di area publik seringkali terjadi di banyak tempat. Tidak diketahui penyebab mengapa ular bisa muncul, tetapi kehadirannya bisa membuat orang-orang sekitar panik sehingga banyak yang menghubungi pemadam kebakaran.
Hal ini yang membuat pemadam kebakaran harus memiliki kemampuan untuk menjinakan atau menangkap ular. Mereka harus melakukan serangkaian pelatihan demi bisa menangkap ular dengan baik.
Sayangnya dalam pelatihan yang dilakukan, terjadi insiden lucu yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran. Contohnya apa yang dilakukan oleh pria pemadam kebakaran yang berikut ini. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @bang.tawa memperlihatkan seorang petugas pemadam kebakaran yang sedang berlatih untuk menangkap luar.
Akan tetapi, cara dirinya menangkap ular cenderung unik. Dirinya melakukan beberapa gerakan lucu sebelum menangkap ular. Entah apa tujuannya, tetapi semua dilakukan dengan tatapan serius, sehingga mungkin itu bagian dari ritual yang dilakukan untuk menangkap ular.
Contohnya tangan kirinya berusaha untuk memegang bagian belakang ular, sementara tangan kanannya dibuat menekuk sehingga membentuk kepala ular. Tangan kanan itu bergerak perlahan mendekati kepala ular, sementara tangan kirinya terus menahan tubuh ular.
Perlahan tapi pasti tangan kanannya semakin mendekat, sampai akhirnya bergerak untuk menangkap kepala ular tersebut.
Sayangnya tangan pria pemadam kebakaran itu kurang cepat, sehingga sang ular menoleh ke belakang dan sempat menggigit tangan pria pemadam kebakaran itu. Pria itu pun panik dan berlari meninggalkan ular tersebut.
Video ini pun viral di Instagram. Warganet yang melihat video tersebut, langsung memberikan komentar yang beragam.
Baca Juga: Disdamkartan Bontang Dilaporkan Atas Dugaan Korupsi BBM ke Polres
“Itu salah teken, bukannya kepala malah lehernya,” ujar warganet.
“Ular : aq bukan api yang bisa di padamkan bang,” imbuh warganet.
“Gini ini akibat kebanyakan tingkah,” ledek warganet.
“Astaghfirullah,Gak kuat saya menahan tawa ini. Alhamdulillah Wasyukurilah,” ungkap warganet.
Hingga kini komentar dari warganet masih terus berdatangan, dan video juga telah mendapatkan 51 ribu lebih like dari warganet.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
-
Disdamkartan Bontang Dilaporkan Atas Dugaan Korupsi BBM ke Polres
-
Digigit Ular Saat Sedang Mencari Pakan Ternak, Pria Ini Malah Balik Gigit Sampai Ular Mati
-
Kondisi Taiwan Usai Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6.9
-
Petugas Pastikan Tidak Ada Korban Dalam Insiden Kebakaran di Mal Grand Indonesia
-
Bibir Digigit Ular, Anak 2 Tahun Balas Dendam Gigit Si Ular hingga Mati
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan