SuaraJogja.id - Hasani Abdulgani, selaku Anggota Exco PSSI, mengungkapkan jika tak mudah mencari calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia U-20 proyeksi Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang.
Seperti yang telah diketahui bersama jika pencarian calom pemain naturalisasi Timnas Indonesia U-20 tak lepas dari keinginan Shin Tae-yong untuk memperkuat pasukan Garuda Nusantara lebih kuat lagi saat berlaga di ajang Piala Dunia U-20.
Namun menurut Hasani, proses pencarian calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia U-20 tidak akan berjalan mudah karena masih melibatkan orang tua pemain.
"Pengalaman saya kemarin (naturalisasi tiga pemain senior) boleh dikatakan tidak ada ikut campur orang tua. Artinya diputuskan oleh pemain sendiri untuk menyatakan mau jadi WNI atau tidak. Sedangkan U-20 itu rata-rata masih 18 usianya. Nah, itu pengalaman saya kemarin di Belanda, semua orang tuanya ikut terlibat," ucap Hasani Abdulgani dikutip dari YouTube Bola Bung Binder, Sabtu (24/9/2022).
Hasani Abdulgani mengaku tidak yakin orang tua sang pemain mengikhlaskan anaknya kehilangan paspor negara kelahirannya dan beralih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Namun ia mengaku jika saat ini, pengurus federasi sedang melakukan pendekatan dan negosiasi kepada orang tua pemain.
"Saya enggak yakin orang tuanya ikhlas atau enggak kalau anaknya kehilangan paspor, karena dia berkarier di Eropa. Ini teman-teman di federasi lagi coba pendekatannya, mudah-mudahan mulus. Cuma saya enggak ikutan jadi saya enggak tahu persis apa yang terjadi, tapi dari pengalaman saya ini tidak mudah," imbuhnya.
Pernyataan dari Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, mendapat respons dari para penggemar sepak bola tanah air dan netizen Indonesia.
"Klo bkn bpk hasani yg ikut dlm proses ini saya gk yakin ada yg mau naturalisasi jd wni krna gk ad yg percaya sm pssi dan exco nya kecuali bpk hasani yg bs dipercaya krna kerja nya nyata, klo pssi dn exco nya cm omong kosong,, lbh baik suruh bnrin liga dlu dah ini aj udh brp abad gk ad perubahan," ungkap salah seorang netizen.
"Memang sulit sih karena orang tua penuh dengan pertimbangan untuk masa depananaknya kecuali kita menganut Dwi kewarganegaraan khusus untuk ekspatriat orang2 Indonesia yang ingin berbakti pada negara leluhur nya, yang jadi pertanyaan pasti byak yang pro kontra nya utamanya yang anti dgan orang keturunan," kata netizen lainnya.
Baca Juga: Orang Dalam PSSI Desak agar Segera Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Orang Dalam PSSI Desak agar Segera Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong
-
Shin Tae-yong Finalisasi Nama Calon Naturalisasi, PSSI Kirim Delegasi ke Belanda
-
Debut Impresif Dua Pemain Keturunan Indonesia di Timnas Belanda: Satu Pemain Cetak Gol Indah
-
Janji Jordi Amat dan Mimpi di Asia, Timnas Indonesia Menunggu, Liga di Malaysia Laiknya Liga Eropa?
-
Segera WNI, Jordi Amat Tegaskan Masih Punya Kualitas Meski Tak Lagi Merumput di Eropa
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh
-
BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga
-
Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan