Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Minggu, 02 Oktober 2022 | 07:38 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

9. Afrika Selatan (April 2001)

Kerusuhan yang terjadi akibat puluhan orang memaksa masuk ke dalam Stadion Ellis Park di Johannesburg telah menewaskan 43 korban jiwa.

10. Ghana (Mei 2021)

Tindakan kepolisian Ghana yang menembakkan gas air mata setelah terlibat kerusuhan dengan para pendukungnya menewaskan setidaknya 126 korban jiwa. Insiden tersebut tercatat sebagai peristiwa terburuk di Afrika.

Baca Juga: Kekalahan Arema FC Atas Persebaya Berujung Kerusuhan, Manajemen Siap Beri Santunan kepada Keluarga Korban

11. Pantai Gading (Maret 2009)

Kerusuhan yang terjadi saat Pantai Gading melawan Malawi di Kualifikasi Piala Dunia telah menewaskan 19 orang. Pertandingan tersebut di helat di Stadion Felix Houphouet-Boigny, Abidjan.

12. Mesir (Februari 2012)

Terjadi bentrok ribuan pendukung sepak bola usai laga antara Al-Masry vs Al-Ahli di stadion kota Port Said. Peristiwa tersebut telah memakan korba jiwa sedikitnya 70 orang dan sekitar 1000 orang luka-luka.

13. Indonesia (Oktober 2022)

Baca Juga: Kronologi Penyebab 127 Orang Meninggal Dunia dalam Kerusuhan Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya

Derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang berujung kerusuhan. Para suporter tuan rumah masuk kelapangan usai tim kebanggaannya dikalahkan oleh rival bebuyutannya. Hingga pukul 06.00 WIB dilaporkan terdapat sebanyak 127 korban jiwa akibat gas air mata yang ditembakkan oleh kepolisian saat terjadinya kerusuhan pada malam harinya.

Load More