SuaraJogja.id - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulon Progo yang juga merupakan wali murid SMA Negeri 1 Wates mengaku mendapatkan intimidasi oleh oknum Satpol-PP Kulon Progo dan pihak sekolah. Hal itu buntut dari kritik yang ia layangkan terkait dengan pengadaan seragam sekolah.
Terkait dengan dugaan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil (PNS) dalam kasus ini, Pejabat (Pj) Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana menyebut belum bisa langsung memastikan hal tersebut.
"Saya enggak bisa langsung ngomong begitu. Nanti ada dari inspektorat daerah menilisik seperti apa," ujar Tri Saktiyana saat dihubungi awak media, Senin (3/10/2022).
Tri menjelaskan bahwa persoalan ini sebenarnya hanya antara orang tua murid saja. Tidak berkaitan dengan jabatan atau tugas masing-masing di Pemkab Kulon Progo.
Dalam hal ini adalah Agung Purnomo selaku PNS di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) Kulon Progo yang mengaku mendapat intimidasi. Serta kebetulan ada pula orang tua murid lainnya dalam pertemuan itu yakni Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kulonprogo, Alif Romdhoni.
"Kalau kami melihat ini masalah internal di organisasi murid SMAN 1 Wates. Sebenarnya enggak ada kaitan langsung dengan jabatan yang bersangkutan dan ruang betemu. Cuma kebetulan saja. Jadi cuma ortu murid yang beda pendapat, ada Pol PP, penyidik," terangnya.
Pertemuan itu pun merupakan pertemuan sesama orang tua maupun alumni. Hanya memang bertempat di kantor Satpol-PP Kulon Progo.
"Itu sebenarnya sesama ortu murid dan sesama ASN. Jadi ortu murid itu ASN di Dispertaru, kemudian dia juga penyidik PPNS. Kemudian Pol PP juga ortu murid jadi settingnya begitu. Keduanya beda pendapat. Yang satu ada pengen pengadaan barang satu tidak," sambungnya.
Kendati demikian, Tri tetap bakal meminta bantuan inspektorat untuk mengungkap persoalan itu. Sehingga perselisihan itu dapat dilihat lebih jelas dan tak berlarut-larut.
Baca Juga: Dugaan Intimidasi Wali Murid SMAN 1 Wates, Disdikpora DIY: Bukan di Sekolah, Bukan Ranah Kami
"Ya tentu minta untuk membantu janejane kepiye to (sebenarnya gimana sih)," tandasnya.
Seperti diketahui bahwa seorang wali murid SMA Negeri 1 Wates, Agung Purnomo mengaku sempat mendapatkan intimidasi oleh oknum Satpol-PP Kulon Progo dan pihak sekolah. Hal itu buntut dari kritik dan berbagai pertanyaan yang ia layangkan terkait dengan pengadaan seragam sekolah.
Agung menerangkan bahwa persoalan ini muncul ketika pihaknya mempertanyakan kualitas seragam yang disediakan oleh sekolah. Pasalnya harga yang cukup mahal itu tak sebanding dengan kualitas yang diberikan.
"Saya hanya mempertanyakan kenapa dengan uang Rp1,7-1,8 juta cuma mendapat bahan semacam ini. Apakah barang seperti ini barangnya standar? Harganya wajar? Hanya itu pertanyaan saya," kata Agung kepada awak media di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Senin (3/10/2022).
Pertanyaan Agung itu sebenarnya sudah dijawab oleh pihak sekolah bahwa pengadaan seragam itu sudah standar dan wajar. Namun ketika ditanya lebih lanjut ukuran standar dan wajar itu seperti apa, pihak sekolah tak bisa memberikan jawaban memuaskan.
Hingga Agung dipanggil ke Kantor Satpol-PP Kulon Progo dan mendapat intimidasi dari oknum Satpol-PP setempat dan pihak sekolah. Atas peristiwa itu, Agung bahkan juga telah melaporkan kasus dugaan intimidasi tersebut ke Polda DIY.
Saat ini ada tiga terlapor yakni Kabid Trantibhum Satpol PP Kulon Progo, Kasatpol PP Kulon Progo, dan Kepsek SMAN 1 Wates.
Berita Terkait
-
Dugaan Intimidasi Wali Murid SMAN 1 Wates, Disdikpora DIY: Bukan di Sekolah, Bukan Ranah Kami
-
Wali Murid Dapat Intimidasi Usai Kritik Pengadaan Seragam Sekolah, Begini Kronologinya
-
Dugaan Penyekapan dan Intimidasi Wali Murid di Kulon Progo Mulai Ditindaklanjuti Polda DIY
-
Pungutan Uang Rp 1,2 Juta untuk Renovasi Kantin SMP Negeri 1 Bontang, Wali Murid: Hanya Diminta Partisipasi
-
Waduh, Iuran Gedung Kantin Sekolah SMP Negeri 1 Disoal Wali Murid, Nilainya Rp 1,2 Juta
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Dari Mangkrak Jadi Berkilau: Kisah Bangkitnya Hotel Mutiara Malioboro, Harapan Baru di Yogyakarta
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Gustavo Tocantins Dipastikan Absen Lawan Persela Lamongan
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 25 Februari 2026: Cek Jam Magrib Tepat di Sini!