Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 16:38 WIB
Salah satu titik area Selokan Mataram yang dikeringkan, di wilayah Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa (9/8/20220).(kontributor/uli febriarni)

SuaraJogja.id - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memperkirakan bahwa perbaikan Selokan Mataram akan dilakukan hingga 2023.

Sementara itu diketahui, perbaikan saluran menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman. Tak terkecuali lahan pertanian dan kolam perikanan milik warga.

Kepala DP3 Sleman, Suparmono mengungkap, sebagai upaya untuk mengurangi beban yang dialami para petani di waktu ke depannya, DP3 akan membuatkan sumur dangkal bagi para petani.

"Tahun ini akan membuat sumur-sumur dangkal, untuk wilayah yang terdampak Selokan Mataram," ungkapnya, Jumat (28/10/2022).

Baca Juga: 544 Hektare Sawah di Sleman Terdampak Penutupan Aliran Selokan Mataram

Ia menjelaskan, sumur dangkal ini bertujuan untuk membantu petani tetap dapat mengairi lahan mereka, meski jaringan Selokan Mataram sedang dimatikan.

Mengingat dampak kekeringan diperkirakan berlangsung lama, pihaknya telah meminta petani yang membutuhkan sumur dangkal untuk mengajukan proposal ke DP3 Sleman.

"Pengajuan proposal, sebutnya, ditunggu hingga akhir November 2022. Sudah banyak Gabungan Kelompok Petani yang mengajukan proposal pembangunan sumur ladang saat ini," ungkapnya.

"Semoga tahun depan bisa dibantu [membangunkan sumur dangkal]," terangnya.

Ia menyebut, bila masih ada banyak proposal yang diajukan, maka akan ada yang dimasukkan dalam program pembangunan sumur dangkal di tahun berikutnya.

Baca Juga: Dampak Perbaikan Selokan Mataram Berimbas 293 Ha Pertanian Tak Produktif, DP3 Klaim Sudah Siap Risiko

"Prioritas wilayah yang akan dibangunkan sumur dangkal adalah wilayah yang berada di dekat Selokan Mataram dan terdampak pengeringan setiap jaringan diputus," tambah dia.

Load More