SuaraJogja.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan 58.206 laporan aduan terkait scam atau penipuan entitas keuangan ilegal pada periode 22 November 2024-28 Februari 2025 ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Dari jumlah tersebut, di Yogyakarta tercatat sebanyak 1.973 laporan yang masuk atau 11 besar dari 38 propinsi di Indonesia.
"Total kerugian yang dilaporkan ke IASC mencapai Rp1 triliun dengan total dana yang diblokir mencapai Rp127,3 miliar," papar Kepala Otorita Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto di Yogyakarta, Jumat (14/3/2025).
Menurut Eko, dari kerugian yang tinggi tersebut, pemblokiran dana yang bisa dilakukan baru mencapai 12,63 persen. Sedangkan pemblokiran rekening baru mencapai 28,99 persen.
Tingginya angka laporan aduan entitas keuangan ilegal dan aksi penipuan di satu sisi karena banyak orang yang gampang mendapat iming-iming keuntungan besar. Di sisi lain hukuman yang ada saat ini belum cukup memberikan efek jera.
"Jika kita melihat hukuman yang diterapkan, tampaknya belum cukup tegas. Paling tidak, harus ada sanksi yang benar-benar memberikan efek jera. Kemarin sebenarnya pemerintah sudah mengajukan usulan terkait dengan pemiskinan bagi koruptor, tetapi sayangnya DPR menolaknya," tandasnya.
Karenanya untuk bisa mengurangi angka kejahatan keuangan ilegal, maka para elite harus lebih serius untuk memberantas korupsi. Perlu ada tindakan nyata dan hukuman yang setimpal agar masyarakat yang ingin mencoba melakukan tindakan serupa berpikir dua kali.
Maraknya tindakan koruptif saat ini menunjukkan regulasi masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu. Hal Ini harus menjadi keprihatinan semua pihak.
"Dari sisi kami, tugas utama adalah terus mengingatkan industri jasa keuangan agar meningkatkan tata kelola mereka. Jika terjadi penyimpangan di industri keuangan, tentu kami akan menindaklanjutinya. Selain itu, kami juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan penawaran-penawaran yang tampak menguntungkan, tetapi bisa membawa dampak buruk," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Viral Pemuda Diduga Korban Kejahatan Jalanan di Turi Sleman, Ternyata Melukai Diri Sendiri
Berita Terkait
-
Rayakan 270 Tahun Berdirinya DIY, Ratusan Sekolah di Jogja Nabuh Gamelan Serempak
-
Usulan Kerja di Kantor Lama Tak Solutif, CASN di Jogja Tuntut BKN Penuhi Jadwal Pengangkatan
-
Dalam Proses Finalisasi, Perda Baru Minuman Beralkohol di Kota Jogja Segera Disahkan
-
Siasat Pemda DIY Selamatkan Pariwisata: Promosi Kolektif di Tengah Badai Efisiensi Anggaran
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
-
Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang