- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengenang Wapres ke-6 Try Sutrisno yang wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Senin (2/3/2026).
- Haedar Nashir menilai Try Sutrisno adalah negarawan aktif yang terus peduli dan berdiskusi isu strategis bangsa pasca-pensiun.
- Try Sutrisno dinilai memiliki daya juang tinggi, integritas, serta keberanian menyuarakan kepentingan nasional bagi persatuan Indonesia.
SuaraJogja.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengenang sosok Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno yang wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB.
Haedar menyebut, Try Sutrisno merupakan negarawan yang tak pernah benar-benar pensiun dari pengabdian kepada bangsa.
"Beliau adalah tokoh yang memiliki daya juang tinggi dalam hal kebangsaan dan kenegaraan. Bahkan ketika ada masalah serius tentang Indonesia, setelah purna tugas, beliau tidak segan datang menemui saya di Kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, untuk mendiskusikannya," ungkapnya.
Haedar menyatakan, langkah tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Itu mencerminkan watak kepemimpinan yang melihat persoalan bangsa sebagai tanggung jawab bersama, melampaui sekat jabatan dan institusi.
Dalam sejumlah pertemuan, almarhum disebut aktif berdiskusi tentang isu-isu strategis nasional dengan sikap terbuka dan penuh perhatian.
Haedar menilai, komitmen semacam itu menunjukkan bahwa jiwa kenegarawanan tidak berhenti saat masa jabatan usai.
"Kepedulian terhadap keutuhan dan arah perjalanan bangsa tetap hidup, menjadi bagian dari panggilan moral seorang pemimpin," ungkapnya.
Menurut Haedar, ada sifat almarhum yang jarang dimiliki banyak tokoh. Try Sutrisno terus memiliki kesediaan untuk berdialog dan memikirkan masa depan Indonesia, bahkan setelah tidak lagi memegang jabatan publik.
Di tengah dinamika sosial dan politik yang kian kompleks, Haedar memandang keteladanan Try Sutrisno relevan untuk generasi saat ini. Dia memiliki integritas, ketulusan dan keberanian menyuarakan kepentingan nasional yang dinilai sebagai fondasi penting dalam menjaga persatuan Indonesia.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," imbuhnya.
Baca Juga: Muhammadiyah Kaya Raya, Haedar Nashir Ungkap Rahasia Pemanfaatan Aset: Bukan Soal Angka, Tapi...
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026