SuaraJogja.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan PSSI sempat mendapat kritikan oleh salah seorang anggota Komisi X DPR RI yang menghimbau agar pihak yang bersangkutan tidak selalu melakukan naturalisasi pemain.
Menanggapi pernyataan tersebut, Zainudin Amali menegaskan bahwa naturalisasi pemain merupakan program jangka pendek dari PSSI.
“Jadi kita tidak mengandalkan naturalisasi (jangka panjang), naturalisasi adalah jangka pendek,” ungkap Pak Menpora dilansir dari akun Instagram @timnasgoal (10/11/2022).
“Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan pemain-pemain seperti yang sudah kita naturalisasi dua orang (Jordi Amat dan Sandy Walsh) ditambah hari ini Shayne Elian Jay Pattynama. Tetapi sekali lagi, kita tetap bertumpu kepada pembinaan karena talenta kita tidak kurang-kurang, akademi-akademi di klub-klub itu juga melakukan pembinaan,” imbuhnya.
Selain itu, Zainudin Amali menyebutkan bahwa Menpora dan PSSI memiliki komitmen untuk pembinaan usia dini dengan cara mengadakan kursus pelatih bagi para mantan pemain Timnas Indonesia.
Tanggapan Zainudin Amali atas kritikan dari salah seorang anggota Komisi X DPR RI tak luput dari pantauan kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia.
Tak sedikit dari mereka yang menyampaikan statementnya terkait pemain naturalisasi dan pembinaan usia muda sepak bola Indonesia.
"Memang bagus niatnya untuk mengembangkn usia dini, tpi ketika udh usia u23 keatas ko pd ngilang y yg usia dininya juara, indonesia msih jauh klah sma negara² lain tentang pembinaan soal fasilitas jg blum terlalu mmenuhi, trus teknik dasarnya jg kurang, blum mentalnya, udh takut duluan sblum tanding, pdhal pemain keturunan jg berhak membela timnas yg mereka pilih, cuma bedanya mreka besarnya diluar negeri," ungkap salah seorang netizen.
"Sebenernya gak harus dibagi panjang pendek begini, tapi pembagiannya adalah performance dan development, naturalisasi adalah bagian dari percepatan di performance, jadi sampai kapan pun naturalisasi sah2 aja selama bisa meningkatkan performance," kata netizen yang lain.
Baca Juga: Negara Tetangga Ketar-ketir Lihat Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama Dinaturalisasi
"yg jd masalah itu standar dan sistem pembinaannya yg levelnya jauh di banding negara lain, TC aja ga punya, berapa klub jg yg pny TC dan akademi dari U10-U21 yg di latih pelatih berkualitas? Kompetisinya seberapa berjenjang, sementara selama ini cuma turnamen2 bahkan EPA pun bentuknya turnamen. Kalo ga ada perubahan, siapapun yg melatih timnas kalo di targetin tinggi pasti at the end minta pemain naturalisasi utk memperkuat timnya. Jd jgn benturin lg jangka pendek dan pjg, better benahin pembinaan usia dini dgn baik, benahin kompetisi lokalnya, dan program naturalisasi di pake utk pantau/scouting pemain2 keturunan di luar negeri," ujar nitizen satunya.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Ini 7 Pemain Naturalisasi Era Shin Tae-yong, Ada yang Pernah Merumput di Liga Spanyol
-
Prakiraan Line-up Timnas Indonesia U-19 vs Prancis dengan Kehadiran Justin Hubner dan Ivar Jenner
-
Menpora Targetkan 10 Tahun Lagi Timnas Indonesia Tak Perlu Pemain Naturalisasi
-
Negara Tetangga Ketar-ketir Lihat Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama Dinaturalisasi
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Duit Sudah Disetor, Perekrut Menghilang, Calon Pekerja Migran di DIY Jadi Korban
-
Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit
-
Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat
-
Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih
-
'Beautiful Pain' Tayang di Jogja, Kisah Perjuangan Single Mother Sukses Bikin Penonton Tersentuh