SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta memastikan telah memberikan perhatian khusus kepada dunia pendidikan di wilayahnya. Termasuk dengan pengawasan bangunan sekolah yang masih maupun tak layak digunakan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengatakan secara umum inventarisasi terhadap aset-aset pendidikan di Kota Jogja terus dilakukan. Terutama oleh OPD terkait yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga maupun Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).
"Kalau di Kota Jogja secara umum inventarisasi terhadap aset belanja modal, aset modal khususnya yang (sekolah) negeri ini sudah dilakukan secara optimal oleh Dinas Pendidikan maupun PUPKP di bidang bangunan," ujar Aman kepada awak media, Jumat (11/11/2022).
Sejauh ini, diungkapkan Aman, bahwa kondisi bangunan-bangunan sekolah di Kota Jogja masih terpantau aman dan layak digunakan. Namun tak menutup kemungkinan yang memang rusak parah akan segera diupayakan untuk diperbaiki.
"Dan sejauh yang kita pahami semuanya dalam kondisi yang masih terkendali. Artinya yang sangat rusak pasti kita sentuh, kita intervensi, tapi sejauh ini insya allah masih landai. Tidak dibayangkan menjadi isu yang sekarang yang sedang bergulir. Insya allah Kota Jogja masih terkendali untuk itu," paparnya.
Perhatian Pemkot Jogja ke dunia pendidikan pun tak sebatas ucapan saja. Hal itu turut dibuktikan dengan afirmasi anggaran pendidikan yang tergolong tinggi.
Jika dalam undang-undang, kata Aman, anggaran pendidikan itu disebutkan hanya 20 persen saja. Namun anggaran pendidikan Pemkot Jogja mencapai 26 persen.
"Ya karena afirmasi kita ke dunia pendidikan pun cukup tinggi. Saya katakan bahwa afirmasi untuk anggaran pendidikan itu hampir 26 persen sementara undang-undang menyebutkan 20 persen. Jadi sesungguhnya kita sudah lebih terhadap apa yang dituntut oleh undang-undang," ungkapnya.
Menurutnya dengan prosentase afirmasi anggaran pendidikan yang cukup tinggi itu sudah dapat mencakup atau memberikan perhatian lebih ke persoalan sarana dan prasara di sekolah.
Baca Juga: Atap SD Muhammadiyah Bogor Ambruk, Satu Siswa Meninggal Dunia
"Jadi artinya kita ingin memastikan Pemkot Jogja memberi perhatian yang cukup terhadap sektor pendidikan terhadap dalam hal ini sarana dan prasarannya," tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyebut saat ini pihaknya tengah melakukan sejumlah pemantauan terhadap kondisi gedung sekolah di wilayahnya. Jika memang ditemukan gedung yang tak layak atau rusak parah akan dilakukan rehabilitasi.
"Kalau ada hal-hal yang harus direhab itu bisa dideteksi sejak dini. Sekolah nanti juga menjabarkan kondisi sarprasnya. Jadi, akan diinput ke dalam data pokok pendidikan sehingga hisa terpantau, misalnya kalau ada kerusakan berat atau sedang," ujar Budi.
Sebelumnya diberitakan, satu orang siswa meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka saat atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor, di Kelurahan Playon, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta, tiba-tiba roboh.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/11/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. Menurut penjelasan Kepala SD Muhammadiyah Bogor Indah haryani, saat kejadian, ada sekitar 20 siswa yang tengah belajar di ruangan yang atapnya ambruk tersebut
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup, KAFI Jogja Pecat Dwi Pilihanto
-
Senyum Lebar Pariwisata Sleman di Libur Nataru, Uang Rp362 Miliar Berputar dalam Dua Pekan
-
Indonesia Raih Prestasi di SEA Games 2025: BRI Pastikan Penyaluran Bonus Atlet Berjalan Optimal
-
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Januari 2026, Cek Penerima dan Nominalnya!
-
Pengamat Hukum UII: Perbup Hibah Pariwisata Harusnya Diuji Dulu Lewat Judicial Review, Bukan Pidana