Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 17 Maret 2023 | 20:13 WIB
Akses menuju Malioboro macet dipadati kendaraan wisatawan, Selasa (3/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]


"Jangan sampai itu menjadi bumerang malah menjadi DIY itu tidak diminati lagi untuk dikunjungi. Karena kita itu pangsa pasarnya ya orang-orang nusantara yang pakai bus-bus itu, itu bukan hanya PHRI ya yang sudah mengeluh ke PHRI justru teman-teman pusat oleh-oleh itu," tuturnya.


Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mewacanakan pelarangan bus pariwisata untuk masuk ke dalam wilayah kota ketika musim liburan. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk memecah kemacetan yang berlangsung.


Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan lahan parkir di sekitar Terminal Giwangan. Nantinya lahan parkir itu yang bisa dimanfaatkan oleh bus-bus pariwisata untuk menurunkan penumpangnya.


Nantinya para penumpang bus yang turun di sana akan diangkut lagi menggunakan shuttle untuk masuk ke wilayah Kota Jogja. Direncanakan kebijakan tersebut bakal diterapkan pada tahun 2023 ini.

Baca Juga: Trending! Gempa 5,2 Magnitudo di Jogja Terasa hingga ke Solo

Load More