Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 28 Maret 2023 | 17:12 WIB
Masjid Sela di Kota Yogyakarta. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

SuaraJogja.id - Kota Yogyakarta tidak pernah kehabisan sejarah menarik dari setiap sudutnya. Salah satunya Masjid Sela yang berada di di Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.

Masjid tua tersebut diketahui sudah dibangun pada era Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pertama atau Sri Sultan Hamengku Buwono I. 


"Ya sejarahnya pada awalnya Masjid Sela itu dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama-sama dengan membangun Keraton dan membangun istilahnya Ndalem atau rumah tingal pangeran calon raja," kata Penjaga Masjid Sela, Sunarwiyadi ditemui, Selasa (28/3/2023).


Ia menuturkan bahwa Ndalem Kadipaten itu dibangun secara luas di area tersebut. Sebelum digunakan seperti sekarang masjid ini merupakan masjid pribadi milik keluarga pangeran saja.

Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris Gelar Media, Corporate dan Social Community Gathering


"Masjid Sela ini aslinya untuk keluarga kerajaan itu. Rumah besar lalu bagian rumah itu ada masjid, khusus untuk keluarga. Kalau untuk umum, ada tempat masjid umum tidak jauh dari sini," terangnya.


Masjid Sela kemudian beralih fungsi digunakan oleh masyarakat umum pada tahun 1965 silam. Kendati sudah dibangun sejak 1789 silam, tempat ibadah di Kota Yogyakarta itu masih kokoh berdiri hingga saat ini.


"Pada tahun 1965 baru dibersihkan direhab untuk keperluan penduduk. Pengurus kampung mengajukan surat ke keraton meminta izin menggunakan tempat ini sebagai tempat ibadah," terangnya. 


"Jawaban Keraton singkat, 'keno nganggo ora keno owah-owah' artinys boleh memakai tapi tidak boleh mengubah," imbuhnya.


Ia menerangkan bahwa bangunan utama dari masjid itu masih asli dari dulu. Hanya memang ada penambahan di sisi kanan dan kiri.

Baca Juga: Waduh! Jalan Nasional Yogyakarta-Semarang Tertutup Longsor, Begini Kondisinya


Jika samping kanan dan kiri dulunya merupakan kolam. Saat ini sudah diganti dengan menambah ruangan masjid tersebut sehingga dapat lebih banyak menampung jemaah.

Load More