SuaraJogja.id - Selalu saja ada hal istimewa dan menarik untuk dijelajahi di Yogyakarta. Terbaru, Heha Forest siap memanjakan wisatawan yang berkunjung ke Jogja, termasuk selama masa libur Lebaran ini.
Keindahan alam di Yogyakarta ini diolah dengan baik oleh HeHa yang menyuguhkan berbagai spot foto instagramable. HeHa sendiri merupakan lokasi wisata yang diprakarsai oleh Herry Zudianto dan Handoyo Mawardi.
Saat ini, ada 2 lokasi wisata yang dikelola, yaitu HeHa Sky View dan HeHa Ocean View. Keduanya telah sukses menjadi pilihan lokasi wisata dan meningkatkan kunjungan wisata di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di wilayah Kabupaten Gunung Kidul.
HeHa Sky View dengan slogan "Taman Langitnya Jogja", menawarkan pemandangan kota Yogyakarta dari atas bukit Patuk, Gunung Kidul. HeHa Ocean View yang juga berlokasi di Gunung Kidul, menyajikan pemandangan laut Samudra Hindia dari atas tebing-tebingnya yang indah.
Baik HeHa Sky View maupun HeHa Ocean View, edua lokasi wisata ini tidak hanya menawarkan view yang keren tetapi juga semakin dilengkapi dengan pilihan spot foto instagramable. Ada pula erbagai menu makanan dan minuman di Resto, F&B Stall, dan juga penginapan yang estetik.
Senin (17/4/2023), HeHa kembali membuka dan meresmikan lokasi wisata baru di wilayah Kaliurang dengan mengangkat keasrian wilayah kaki gunung Merapi, yakni HeHa Forest. Destinasi ini iap memanjakan wisatawan dengan view khas forest yang memiliki banyak pohon rindang, udara yang sejuk, dan dilengkapi dengan spot foto instagramable yaitu Forest Falls, Bridge Me to The Moon, Gate of Fantasy dan Bamboo Tower.
Bamboo tower "Ring of Forest" adalah karya seniman Wisnu Ajitama yang menciptakan metafora atau perumpamaan berupa cincin melingkari bambu yang telah mati dan menyisakan beberapa yang hidup. Karya ini terbuat dari kurang lebih 4000-an split bambu yang dianyam dengan tangan, 6 pilar penyangga, dan tangga yang menuju ke lantai 2.
Bamboo tower "Ring of Forest" ini menawarkan pengalaman foto yang berbeda dengan memadukan keindahan alam dan juga karya seniman yang apik.
HeHa Forest terletak di Jalan Kaliurang KM 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Yogyakarta. Selain indahnya pemandangan, ditawarkan pula berbagai activity dan fasilitas menarik yang dapat dinikmati oleh pengunjung yaitu Gate of Fantasy, Bunny Zone, restaurant, F&B stall, meeting room dan souvenir shop.
Baca Juga: Masuki Libur Lebaran, Ini 15 Titik Rawan Kemacetan di Kabupaten Sleman
Gate of Fantasy ini merupakan sebuah instalasi multimedia immersive pertama kerja sama antara HeHa dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Ini memadukan visual , audio, dan teknologi interaktif yang menyuguhkan sebuah pengalaman baru yang tidak terlupakan bagi para pengunjung.
Gate of Fantasy akan membawa pengunjung ke sebuah taman rahasia yang berada di HeHa Forest. Ketika masuk, pengunjung bakal dibawa berpetualang dengan efek visual yang indah dan ajaib. Setelah sampai di taman rahasia, pengunjung pun dapat berinteraksi dengan objek sekitar sambil menikmati pemandangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana
-
Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika