SuaraJogja.id - Selain gudeg, Jogja juga dikenal dengan kuliner sate klathak yang merupakan sate daging kambing dengan bumbu khas Jogja.
Sate klathak sendiri merupakan olahan sate kambing unik yang ditusuk dengan ruji sepeda yang sangat khas.
Namun, ada beberapa sate klathak di Jogja yang paling populer karena rasanya yang berbeda dari yang lain. Apabila kamu mengunjungi Jogja, jangan lupa mampir di tempat makan ini ya.
Sate Klathak Pak Pong
Baca Juga: 5 Tempat Makan Gudeg Enak di Jogja, Rasa Otentik hingga Ramah Lidah Wisatawan Luar Jawa
Sate klathak Pak Pong adalah yang paling dikenal para wisatawan jika berkunjung di Jogja. Sate ini buka pukul 9 pagi hingga jam 11 malam dan selalu ramai karena olahan sate klathaknya yang khas. Selain sate, Pak Pong juga menyajikan olahan lainnya seperti tengkleng dan tongseng untuk pilihan para pelanggannya. Soal rasa, tidak perlu diragukan lagi.
Sate Klathak Pak Bari
Selanjutnya, ada sate klathak Pak Bari yang jadi salah satu rekomendasi kuliner yang bisa rekomendasi kamu untuk dicoba. Salah satu sate yang ada di Imogiri ini buka dari 18.30 sampai tengah malam ini pernah masuk dalam salah satu film Ada Apa dengan Cinta 2, menjadi salah satu tempat makan Rangga dan Cinta.
Sate Klathak Kang Har
Rekomendasi sate Klathak terpopuler di Jogja lainnya adalah Sate Klathak Kang Har. Tempat makan ini buka mulai dari sore hari hingga malam. Tidak hanya menyajikan Sate Klathak, namun juga berbagai menu lainnya seperti sate kronyos, gule, nasi goreng dan tongseng dengan rasa yang melezatkan.
Baca Juga: 4 Tempat Sarapan di Jogja yang Enak, Ada Menu Gudeg Legendaris hingga Soto Unik
Sate Klathak Mak Adi
Buka dari jam 10 pagi hingga jam 2 pagi, Sate Klathak Mak Adi ini juga bisa kamu cobain jika berkunjung ke Jogja. Selain sate klathak, tempat makan Mak Adi ini juga punya menu lain untuk jadi pilihan kamu, mulai dari nasi goreng kambing hingga tengkleng dan gule jeroan.
Selain Gudeg, sate klathak tidak boleh kamu lewatkan jika berkunjung ke jogja. Semoga rekomendasi di atas bisa membantu kamu ya.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
7 Kampung Ngabuburit Populer di Jogja yang Harus Kamu Datangi di Akhir Pekan Ramadan
-
Terbaru! Daftar Harga Tiket Bus Jakarta-Jogja Lebaran 2025 Mulai Rp180 Ribuan
-
Dituduh Sastra Silalahi Kalah Judi Bola, Sosok Franky Kessek Bukan Fans Timnas Sembarangan
-
Daftar Lokasi Penitipan Kendaraan di Jogja Saat Mudik Lebaran 2025, Dijamin Aman
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan