SuaraJogja.id - SMA Tamansiswa Ibu Pawiyatan menginisiasi gerakan cuci muka dua kali sehari pada siswanya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (hardiknas). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mereka untuk menjaga kesehatan kulit, terutama wajah.
Sebab banyak siswa yang selama ini merasa rendah diri atau kurang percaya diri akibat persoalan kulit di wajah. Perubahan hormon di usia remaja yang membuat berbagai persoalan kulit bermunculan bahkan membuat mereka mendapatkan perundungan.
"Banyak anak yang tidak percaya diri karena wajahnya berjerawat selama bersekolah. Karenanya gerakan mencuci muka ini menjadi edukasi yang dirasa tepat untuk para siswa dalam menjaga kesehatan kulitnya," papar pamong Tamansiswa Ibu Pawiyatan, Yuli Setyasari di sekolah setempat, Jumat (05/05/2023).
Menurut Yuli, konsultasi kesehatan bagi siswa di sekolah selama ini lebih banyak mengarah pada kesehatan reproduksi ataupun menghindari narkoba melalui kerjasama dengan sejumlah stakeholder. Sedangkan edukasi kesehatan kulit seringkali terabaikan meski masalah kulit seringkali dirasakan mengganggu.
Banyak siswa yang tidak menutup diri dan tidak mau bergaul karena tidak percaya diri. Persoalan itu akhirnya berpengaruh pada kesehatan mental mereka sebagai individu.
"Melalui gerakan cuci muka dua kali di momen hari pendidikan nasional yang diikuti 60 siswa kami ini diharapkan menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa nanti, bahwa menjaga kesehatan kulit penting karena materi kesehatan tentang kulit masih sedikit diberikan kepada siswa meski mereka setiap hari merasakan persoalan itu," ungkapnya.
Salah seorang siswa kelas XIPS, Hafid Rafif Kuswoyo mengaku gerakan cuci muka tersebut bukan hal sederhana bagi mereka. Gerakan tersebut bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka karena mengetahui cara merawat diri dengan benar.
"Sering tidak percaya diri dan jadi malu kalau pas jerawatan banyak. Di sekolah belum ada konsultasi kesehatan kulit, baru kali ini, padahal penting buat kami, tidak hanya diajari kesehatan reproduksi dan antinarkoba," tandasnya.
Sementara dokter ahli kulit Klinik Estetika dr Affandi, Sunardi Radiono mengungkapkan perubahan hormon pada remaja membuat aktivitas kelenjar minyak meningkat. Akibatnya terjadi sumbatan pada muara kulit maka jadi jerawat yang banyak dirasakan remaja.
Baca Juga: Tiga Poin Penting Ala Ganjar Pranowo untuk Kemajuan Dunia Pendidikan di Jawa Tengah
Selain kebiasaan mencuci muka, pola hidup remaja juga perlu diperbaiki. Remaja yang kurang tidur dan sering begadang membuat aktivitas kelenjar minyak mereka meningkat.
"Jika kulit wajah tidak dirawat maka terjadi peningkatan pertumbuhan kuman yang memicu peradangan yang akut. Remaja pada fase itulah harus mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan wajah untuk mengurangi resiko karena bila tidak maa bisa berpengaruh pada masalah keremajaan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha