SuaraJogja.id - Pemda DIY mulai melakukan renovasi bekas Hotel Mutiara yang berada di kawasan Malioboro setelah terbengkalai tiga tahun terakhir. Dua bangunan hotel yang dibeli Pemda sebesar Rp 170 Miliar pada 2020 ini akan dijadikan sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di DIY.
"Kita bangun dahulu dari sisi sarana dan prasarana gedungnya," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, Minggu (21/5/2023).
Menurut Siwi, Pemda DIY mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 Miliar untuk renovasi bekas hotel Mutiara yang sempat dijadikan shelter bagi pasien COVID-19 beberapa waktu lalu. Bangunan baru tersebut ditargetkan bisa selesai pada 2024 mendatang.
Renovasi dilakukan dengan menambah sarana dan prasarana di gedung tersebut. Selain itu dilakukan pergantian fungsi bangunan dari hotel menjadi sentra UMKM.
"Nanti 2024 akhir lah kita bisa sambil paralel kita manfaatkan," jelasnya
Siwi menambahkan, tak hanya menjadi kawasan jualan bagi UMKM, bangunan baru tersebut nantinya dilengkapi ruang inkubasi dan edukasi. Dengan demikian bisa dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi kreatif di DIY.
Selain itu akan disiapkan ruang display serta ruang berkreasi. Begitu pula dengan ruang publik sehingga kawasan tersebut menjadi ikon tempat jual produk maupun ide.
"Untuk muat berapa [umkm] saya belum bisa matur karena ada beberapa skema di situ," tandasnya.
Siwi menyebutkan, pihaknya melakukan seleksi pada UMKM yang bisa berjualan di kawasan tersebut. Kurasi Sumber Daya Manusia (SDM) juga dilakukan agar pemanfaatan sentra UMKM bisa berjalan dengan optimal.
Baca Juga: 7 Ide Wisata di Tengah Kota Yogyakarta, Wajib Mampir!
"Nantinya [umkm] beda dengan teras malioboro 1 dan 2 ya. Ada beberapa hal yang akan dinilai adalah terkait aspek sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan, manajemen pengelolaan, hingga strategi pemanfaatan teknologi informasi," ungkapnya.
UMKM yang menempati sentra tersebut, lanjut Siwi juga harus terdaftar dalam platform SiBakul yang dikembangkan Diskop UKM DIY. Sebab berbeda dari mall, sentra UMKM tersebut harus benar-benar menjadi kawasan inkubasi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
"Produknya sudah kontinu belum, sudah diterima masyarakat, legalitasnya seperti apa. Itu kan jadi ruang-ruang yang memang harus jadi aspek dalam kurasi. Jadi mereka bisa jual ide dan jual barang. Ada ruang inkubasinya juga mereka tidak hanya menjual tapi bisa menginkubasi juga," ungkapnya.
Secara terpisah Penjabat (pj) Sekda DIY, Wiyos Santoso menjelaskan, Pemda DIY membeli Hotel Mutiara untuk dijadikan sentra UMKM dengan dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha kecil. Bangunan tersebut sempat terbengkalai karena diperlukan tahap penyusunan perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) sebelum memasuki tahap renovasi.
"Kita mengharapkan dia [umkm] bisa naik kelas terkait kualitas yang didagangkan maupun dari nilai penjualannya itu kita sediakan tempat di Mutiara. Sebagian akan jadi ruang pamer juga ada. Kita beri fasilitas-fasilitas di sana," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
BRI Perkuat Digitalisasi, Tebus Gadai di BRImo Dapat Cashback 10%
-
Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Agresi, Pemerintah Didesak Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS
-
Jatah WFH ASN Jogja Hari Rabu, Pemda DIY Tak Mau Jumat: Biar Nggak Bablas Liburan!
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas