SuaraJogja.id - Seorang pria berinisial PB alias TK (26) warga Maluku Tenggara ditangkap jajaran Polda DIY. Ia ditangkap usai melakukan penyerangan ke salah satu indekost yang ada di wilayah Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP K Tri Panungko menuturkan PB tidak sendirian dalam melakukan aksi penyerangan itu. Ia bersama tiga rekannya yakni K, D dan S yang saat ini ketiganya masih dalam pencarian.
Peristiwa ini bermula pada tanggal 23 April 2023 sekitar pukul 00.30 WIB lalu. Ketika salah satu pelaku K tengah mengantar pacarnya kembali ke kos-kosan yang berada di daerah Jalan Kapulogo, Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman.
"Kemudian di dalam perjalanannya K ini yang nantinya akan menjadi pelaku, dia merasa ada yang melempar botol di dalam perjalanan di sepanjang jalan nologaten tersebut," kata Tri ditemui di Mapolda DIY, Jumat (26/5/2023).
Baca Juga: Kejati DIY Periksa Dua Mantan Camat Buntut Kasus Mafia Tanah Kas Desa di Sleman
Setelah itu K langsung menghubungi rekan-rekannya yakni PB, S dan D. Untuk kemudian langsung datang dan menghampiri kos-kosan yang diduga melempar botol tersebut.
Tanpa panjang lebar, para pelaku langsung melakukan penyerangan kepada dua korban yang ada di kos-kosan tersebut. Dua korban itu dipukul, dicekik hingga ditendangi oleh para pelaku.
"Selain itu para pelaku ini juga merusak kaca nako kos-kosan yang ada di lokasi tersebut. Setelah itu mereka meninggalkan lokasi kos-kosan," ucapnya.
Setelah itu, kedua korban lantas membuat laporan polisi ke Polda DIY. Atas laporan tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikan terkait kejadian itu.
Kemudian pada tanggal 22 Mei 2023 ini polisi berhasil mengamankan salah satu pelaku atas nama PB di daerah Kalasan, Sleman. Sementara untuk 3 pelaku lainnya masih dalam proses pencarian.
Atas penyerangan itu korban mengalami luka-luka. Korban satu mengalami luka memar di leher dan rahang karena dipukul kemudian dicekik. Sementara satu korban lainnya mengalami luka memar di kepala karena dipukul dan ditendang.
Disampaikan Tri, para pelaku tidak terpengaruh minuman beralkohol atau mabuk ketika melakukan aksi penyerangan itu. Sejumlah alat bukti juga turut disita atas peristiwa itu mulai dari pecahan kaca nako di kos-kosan tersebut, batu dan visum para korban.
"Kemudian terkait dengan kasus ini kita terapkan pasal 170 subsider 351 dengan ancaman hukuman 5 tahun," tandasnya.
Berita Terkait
-
Warga Pendulang Emas di Papua Diserang TPNPB-OPM, TNI Bantah Anggotanya Ikut Jadi Korban
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
Terpopuler
- Pemilik Chery J6 Keluhkan Kualitas Mobil Baru dari China
- Profil dan Aset Murdaya Poo, Pemilik Pondok Indah Mall dengan Kekayaan Triliunan
- Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2025 Jawa Timur, Ada Diskon hingga Bebas Denda!
- Pemain Keturunan Maluku: Berharap Secepat Mungkin Bela Timnas Indonesia
- Jairo Riedewald Belum Jelas, Pemain Keturunan Indonesia Ini Lebih Mudah Diproses Naturalisasi
Pilihan
-
Bodycharge Mematikan Jadi Senjata Rahasia Timnas U-17 di Tangan Nova Arianto
-
Kami Bisa Kalah Lebih Banyak: Bellingham Ungkap Dominasi Arsenal atas Real Madrid
-
Zulkifli Hasan Temui Jokowi di Solo, Akui Ada Pembicaraan Soal Ekonomi Nasional
-
Trump Singgung Toyota Terlalu Nyaman Jualan Mobil di Amerika
-
APBN Kian Tekor, Prabowo Tarik Utang Baru Rp 250 Triliun
Terkini
-
Jogja Hadapi Lonjakan Sampah Pasca Lebaran, Ini Strategi Pemkot Atasi Tumpukan
-
Revitalisasi Stasiun Lempuyangan Diprotes, KAI Ungkap Alasan di Balik Penggusuran Warga
-
Soal Rencana Sekolah Rakyat, Wali Kota Yogyakarta Pertimbangkan Kolaborasi Bersama Tamansiswa
-
Solusi Anti Pesing Malioboro, Wali Kota Jogja Cari Cara Antisipasi Terbaik
-
Praktisi UGM Rilis 2 E-Book Kehumasan: Solusi Jitu Hadapi Krisis Komunikasi di Era Digital