SuaraJogja.id - Tawuran massa di kawasan Tamansiswa, Kota Yogyakarta mengakibatkan sejumlah fasilitas umum di sekitarnya rusak. Termasuk sejumlah barang di Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya yang berada di kawasan Pendopo Tamansiswa.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan sebelumnya juga sudah sempat melakukan kunjungan ke Yayasan Perguruan Persatuan Tamansiswa Yogyakarta. Dalam kunjungannya pasca kerusuhan itu, Kapolda DIY meminta maaf telah menggunakan area di Tamansiswa itu.
Diketahui ketika itu kepolisian sempat menggunakan gedung atau aula Tamansiswa untuk mengevakuasi salah satu kelompok yang tengah bersitegang. Sebelum akhirnya bisa dibawa ke Mapolda DIY.
Polda DIY berkomitmen untuk menciptkan kondisi yang kondusif dan mencegah adanya korban lebih banyak. Oleh sebab itu, jika tindakan itu mengakibatkan sejumlah kerusakan maka Polda DIY siap bertanggungjawab.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja menuturkan belum ada informasi lebih mendetail terkait dengan proses pertanggungjawaban itu. Namun disebutkan bahwa kepolisian siap untuk memfasilitasi hal itu.
"Mungkin sesuai dengan instruksi Pak Kapolda akan mengganti semua kerusakan yang akan di sana. Jadi mungkin ada yang koordinasi dengan pihak Tamansiswa. Biar data dulu, difasilitasi lah," ujar Timbul di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (6/6/2023).
Dalam kesempatan ini, Timbul mengatakan bahwa Polda DIY juga mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada pihak Tamansiswa yang sudah memberikan kontribusi positif dalam kerusuhan itu. Terlebih dengan tempatnya yang digunakan untuk mengamankan kelompok massa tersebut.
Sebelumnya diberitakan sejumlah barang di Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya yang terletak di Jalan Tamansiswa, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kerusakan. Hal itu buntut dari kerusuhan yang terjadi pada Minggu (4/6/2023) malam.
Kerusakan itu meliputi pintu, meja dan kursi di dalam ruangan tersebut. Mirisnya benda-benda itu disebut memiliki nilai sejarah yang kuat.
Baca Juga: Gerah dengan Aksi Tawuran Antarkelompok, Ini Pesan Sri Sultan HB X
Taman yang berada di sekitaran pendopo pun tidak luput dari kerusakan. Pot tanaman dan wastafel pecah akibat kerusuhan yang terjadi.
"Yang rusak meja [tamu] Ki Hadjar Dewantara yang sangat bersejarah sekali, ada bekas jejak kaki [padahal meja bersejarah] ada nilainya, terus satu kursi yang dilempar," papar Kepala Museum Taman Siswa Dewantara Kirti Griya, Ki Muryanto di Yogyakarta, Senin (5/6/2023).
Museum Tamansiswa sendiri berada dalam satu kompleks dengan Pendopo Tamansiswa. Bangunan itu termasuk pula merupakan cagar budaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
DIY Mulai Kering Kerontang, Bantuan Pusat Menunggu Status Darurat
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah