SuaraJogja.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung sosok 'Pak Lurah' terkait capres-cawapres dalam Pilpres 2024. Jokowi mengaku heran siapa sosok 'Pak Lurah' yang disampaikan para politikus.
Namun kekinian Jokowi mengetahui bahwa sosok Pak Lurah tersebut ternyata dirinya sendiri. Julukan 'Pak Lurah' yang dibicarakan Jokowi itu diungkap ketika pidato kenegaraan dalam sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (16/8/2023) kemarin.
Menurut Dosen Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM Bambang Hudayana julukan 'Pak Lurah' itu sebagai pengakuan publik atas posisi dan peran Jokowi di jelang berakhirnya masa jabatan sebagai kepala negara. Sosok lurah juga lekat dengan figur seorang ayah di masyarakat.
"Jadi biasanya lurah itu kalau berkuasa jadi bapaknya masyarakat. Namanya bapak itu kan semua warga di desa itu diberlakukan seperti anak," kata Bambang saat dihubungi, Kamis (17/8/2023).
Peran 'bapak' itu juga dianggap penting sebagai penasehat dan pengayom. Begitu pula 'pak lurah' yang menjadi tempat bagi warga untuk menyampaikan masalah dan mencoba mencari solusinya.
"Jadi digunakan konsep dan muatan pengertian lurah itu untuk menunjukkan peran Jokowi ketika Indonesia akan punya hajatan besar pemilihan kepala negara atau presiden itu," ungkapnya.
Secara tak langsung, kata Bambang, pihak-pihak tersebut mengakui bahwa Jokowi adalah king maker dalam perpolitikan Indonesia. Sekaligus melegitimasi peran kuat Jokowi sebagai tokoh yang bisa berada di mana-mana.
"Sehingga apa yang diemban oleh Jokowi itu sebagai presiden bisa mewariskan kepemimpinan kepada tokoh-tokoh, atau anak-anak yang sedang berebut kekuasaan," tuturnya.
"Jokowi ya terbebani sekaligus menikmati ya namanya pengakuan ya. Akhirnya dia harus cawe-cawe, terbenani ya mungkin jadi tempat sasaran kesalahan ya. Kalau yang menang si A nanti dia (dianggap) tidak adil," imbuhnya.
Baca Juga: 5 Fakta Ageman Songkok Singkepan Ageng dan Makna Baju Adat Raja Surakarta
Tak dipungkiri Bambang pada akhirnya semua pihak akan meminta dukungan atau restu kepada Jokowi. Mengingat figurnya sebagai 'bapak' tadi.
Terutama pihak-pihak yang kemudian mempunyai kepentingan dalam Pemilu 2024 mendatang. Mereka akan terus mencoba untuk mendekat kepada Jokowi.
"Desa sekarang lurah-lurah yang hebat pasti seperti itu. Ketika dia mau lengser warga pasti ingin dekat dengan beliau supaya nanti estafet kepemimpinannya itu jatuh ke tangan yang bersangkutan. Itu begitu," terangnya.
"Paling tidak minta restu, restu itu kan sifatnya doa, kedua minta dukungan. Ketiga setidaknya disebut dekat, kalau dekat akhirnya orang-orang yang dekat Jokowi akan tidak berjarak dengannya bahkan bisa simpati juga," sambungnya.
Kondisi ini juga erat dengan politik yang diterapkan di Jawa. Dimana mereka cenderung mengagung-agungkan para pemimpinnya.
"Orang Jawa kan politiknya memangku ya, mengagung-agungkan pemimpin. Supaya pemimpin itu nanti bisa luluh hatinya, simpati dengannya, juga semua politisi sekarang dekat dengan Pak Jokowi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kerap Digaungkan Elite Politik, Ini Makna Julukan 'Pak Lurah' yang Disinggung Jokowi
-
Keluh Kesah Jokowi Di Pidato Terakhir Sidang Tahunan MPR: Tegaskan Bukan Lurah, Tapi Presiden RI
-
PKS Sebut Jokowi Sangat Rileks Saat Singgung Soal 'Arahan Pak Lurah' di Sidang Tahunan MPR
-
Jokowi Gerah Kerap Disebut 'Pak Lurah', Mardiono PPP: Kepala Negara Ya Tentu Harus Posisi Netral
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Berakhir Damai, Ini 6 Fakta Kasus 'Jambret Janti' yang Diselesaikan Lewat Restorative Justice
-
Kejari Sleman Isyaratkan Segera Umumkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Heboh Kasus Hogi Minaya, Karena Bikin Dua Jambret di Sleman Tewas, Sri Sultan Angkat Bicara
-
Kawal Kasus Hogi, JPW Singgung Aturan KUHAP Baru dan Batas Waktu SKP2
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar Fun Kids Swimming Competition