SuaraJogja.id - Aksi penggelapan iPhone oleh seorang driver ojol yang merangkap kurir ini terhenti karena ia ditangkap polisi. Pria berinisial AAD (31) ini harus dipenjara karena terbukti menggelapkan dua buah iPhone di Yogyakarta.
Salah satu iPhone yang dibawa oleh driver ojol itu adalah iPhone 13. Sebagai informasi, harga iPhone 13 berkisar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta. Kurir itu diminta untuk mengantar iPhone milik customer. Bukannya diantar, ia justru membawa iPhone 13 dan menjualnya dengan harga miring.
iPhone 13 senilai belasan juta dijual oleh AAD dengan harga Rp 3,9 juta. Polsek Sewon kini sudah mengamankan AAD. Berdasarkan pemeriksaan kepolisian, pelaku merupakan warga Kretek, Bantul, Yogyakarta.
Ia bekerja sehari-hari sebagai driver ojek online. AAD diduga menggelapkan 2 unit smartphone seharga Rp 24 juta. AAD disangkakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. Ternyata motif AAD menggelapkan iPhone karena ia butuh uang untuk judi slot. AAD mengaku telah kecanduan judi online dalam beberapa waktu terakhir.
Kapolsek Sewon AKP Hanung Tri Widayanto menjelaskan, kejadian bermula saat korban inisial F (23) warga Kapanewon Jetis, Bantul, hendak mengirim dua unit iPhone ke Kota Jogja, Minggu (10/9) pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, F memesan ojek online (ojol) untuk mengantarkan 2 iPhone tersebut.
Namun, saat dikonfirmasi oleh pengguna aplikasi tersebut, hingga pukul 15.00 WIB barang tersebut belum sampai ke alamat tujuan pengiriman. "Ternyata dua iPhone itu tidak sampai ke tangan penerima," kata Hanung di Mapolres Bantul dilansir dari Tribata News Polri, Senin (18/9/2023).
Merasa dirugikan, korban lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Sewon, pada Senin (11/9/2023). Mendapat laporan tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus AAD di rumahnya, Donotirto, Kapanewon Kretek, Bantul.
"Hari Selasa (12/9/2023) kami berhasil mengamankan AAD di dekat rumahnya. Selain itu kami menyita barang bukti iPhone 11 milik korban," ujarnya.
"Modusnya, AAD menyewa salah satu akun ojek online sejak tanggal 1 September. Selanjutnya AAD dapat order mengantar dua unit iPhone dan sama AAD tidak diantarkan, satunya dipakai dan satunya dijual," ucapnya.
Baca Juga: Biodata dan Agama Emak Gila, Terseret Kasus Promosikan Judi Online Sebelum Wulan Guritno
Terkait motif, Hanung mengungkapkan AAD terlilit utang untuk modal bermain judi online jenis slot. Kemudian saat mendapatkan order mengantar dua unit iPhone timbul niatan untuk menjualnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi