SuaraJogja.id - N alias Kenur (42) dan I alias Kandar (46) warga Kalurahan Poncosari Kapanewon Srandakan Bantul ini sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus meninggalkan 5 warga Bantul dan 2 warga Kulon Progo usai menenggak miras oplosan produksi keduanya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan kedua orang ini bekerjasama memproduksi miras oplosan yang kemudian dijual bareng dan keuntungannya dibagi dua. Keduanya juga berbagi peran dalam memproduksi miras oplosan tersebut.
"Kenur dan Kandar ini benar menjual miras oplosan. Keduanya meracik di rumah Kenur,"tutur Jeffry.
Jeffry mengatakan Kandar biasanya membeli alkohol murni namun tidak dalam kemasan hanya ditempatkan dalam wadah plastik bening. Kandar membeli bahan atau alkohol tersebut di Kota Yogyakarta dengan harga Rp60.000 per liternya.
Baca Juga: Polisi Amankan Produsen Miras Oplosan, Sita 50 Liter Alkohol Murni dan Minuman Suplemen
Dia mengatakan alkohol plastikan tersebut kemudian dibawa ke rumah Kenur. Dan di rumahnya, Kenur yang meracik minuman tersebut. Ternyata alkohol yang dibeli di Kota Yogyakarta tersebut hanya dicampur dengan air.
"Cara meraciknya atau mengoplosnya tersebut dilakukan dengan cara alkohol dicampur dengan air dan dimasukan ke dalam botol,"tutur dia.
Kandar sendiri pada hari Kamis tanggal 28 September 2023 pernah membeli 15 liter alkohol kemasan plastikan. Lalu oleh Kenur, alkohol kemasan tersebut telah diracik menjadi minuman-minuman dalam kemasan botol air mineral.
Kenur telah memiliki langganan diantaranya adalah ketiga korban yang telah meninggal dunia yaitu M, S dan H. Di mana S membeli 1 botol di tempat Kenur pada hari Jumat tanggal 29 September 2023. M sendiri juga pernah membeli 1 botol minuman dari tempat Kenur namun waktunya lupa.
"hari Sabtu tanggal 30 September 2023 sekitar pukul 17.30 WIB, M mengirim pesan kepada Kenur menanyakan memiliki stok,"kata dia.
Jeffry mengatakan hari Senin (2/10/2023) lalu, korban M mengeluh kalau salah satu matanya tidak bisa melihat. Oleh istrinya korban lalu dibawa ke PKU Muhammadiyah Srandakan, dan hanya rawat jalan.
Baca Juga: Korban Meninggal akibat Miras Oplosan Bertambah, Ini Jumlahnya
Pada hari Selasa (3/10/2023), korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD Panembahan Senopati sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah mendapatkan pertolongan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?
-
Wanita ML di Makassar Tewas, Polisi: Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Myanmar Berkabung: 7 Hari Masa Berkabung Nasional Usai Gempa Dasyat
-
Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Oposisi Sepakat Gencatan Senjata untuk Selamatkan Korban
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi