SuaraJogja.id - PSS Sleman harus menutup putaran pertama Liga 1 2023/2024 dengan kekalahan telak. Bertandang ke markas Persib Bandung, skuat Super Elang Jawa (Elja) justru dicukur habis dengan skor 4-1.
Persib Bandung berpesta gol di bawah dukungan suporternya ketika menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (28/10/2023). Kemenangan bagi Persib, mengantarkan skuat Pangeran Biru naik ke peringkat kedua klasemen sementara Liga 1.
Pesta gol bagi Persib, tentu menyakitkan bagi PSS Sleman. Terdapat sedikitnya tiga alasan PSS kalah telak dari tuan rumah yang telah dirangkum Suarajogja.id, berikut penjelasannya.
Pertahanan tak rapat
Lagi-lagi kekurangan PSS dalam kerapatan pertahanan tak mampu dibenahi ketika menghadapi tim besar seperti Persib Bandung. Hal itu juga terjadi saat skuat asuhan Bertrand Crasson menjamu Persik Kediri, bedanya, PSS mampu bermain imbang.
Akibatnya banyak peluang besar bagi Persib untuk membuat gol. Hal itu terjadi ketika gol ketiga yang dibuat oleh Frets Butuan ke gawang PSS Sleman yang dikawal M Ridwan.
Kesalahan lini belakang
Segaris dengan tak rapatnya pertahanan, pemain di lini belakang serasa tak kompak. Banyak momen pemain yang terlambat menjaga penyerang Persib.
Tak hanya itu, kesalahan M Ridwan di menit ke-76 justru menjadi blunder. Niat hati membuang bola, justru arah bola mengarah ke kaki David da Silva.
Baca Juga: Mimpi Buruk Berlanjut, PSS Sleman Babak Belur Dihajar Persib Bandung 4-1
Hal itu juga membuatnya mudah untuk memberikan bola kepada Beckham Putra yang tak terkawal oleh bek PSS.
Daya juang menurun
Bisa jadi hasil imbang di laga sebelum-sebelumnya menciutkan nyali pemain PSS. Sebenarnya PSS bisa saja membalikkan keadaan jika konsisten di babak pertama. Sayang komunikasi di babak kedua serasa menurun dan daya juang untuk menang tak lagi terlihat.
Akibatnya serangan ke lini bertahan Persib tak membuahkan hasil apapun di babak kedua. Skor 4-1 menutup pertandingan dan membuat PSS Sleman pulang dengan tangan kosong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Gitar dan Pikiran Kritis: Mengenang John Tobing, Sahabat Karib yang Menjadi 'Suara' Demonstran
-
Jelang Hari Raya, Pengawasan Pangan dan Parsel Lebaran di Kota Jogja Diperketat
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta
-
8 Fakta Pembacokan di Bantul: Pria Tewas Saat Tidur, Polisi Duga Pelaku Dua Orang
-
Dari Mangkrak Jadi Berkilau: Kisah Bangkitnya Hotel Mutiara Malioboro, Harapan Baru di Yogyakarta